Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

Hubungan
Pengetahuan Siswi Kelas VII-IX Tentang Fisiologi Menstruasi Dengan Kejadian Disminorhea Di MTs XXX Kota XXX
Tahun 2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Masa
remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa,usia
dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua
melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurangkurangnya dalam masalah
hak. Integrasi dalam masyarakat mempunyai banyak aspek efektif termasuk juga
perubahan intelektual. Transformasi intelektual yang khas dari cara berfikir
remaja memungkinkan mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa
(Dahro, 2012).
Masa
remaja dibagi 3 tahap menurut Widyastuti (2009) yaitu, masa remaja awal (10-12
tahun), masa remaja tengah (13- 15 tahun), dan masa remaja akhir (16-19
tahun).Pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja sangat pesat, baik fisik
maupun psikologis. Pada laki-laki sudah mulai mampu menghasilkan sperma dan
pada perempuan sudah mulai terjadinya menstruasi ini menunjukan seorang wanita
organ reproduksinya telah matang .(Wiknjosastro, 2009) Perdarahan vagina secara
berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus disebut dengan
menstruasi (Sukarni, 2013). Pada sebagian wanita yang mengalami menstruasi akan
timbul nyeri saat menstruasi yang biasanya disebut Disminorhea. Hampir
semua wanita mengalami rasa tidak enak pada perut bagian bawah saat menstruasi. (Wiknjosastro,
2009)
Disminorhea
terbagi menjadi 2 jenis yaitu Disminorhea primer
yaitu nyeri haid tanpa ditemukan keadaan patologi pada panggul dan Disminorhea
sekunder yaitu nyeri haid yang berhubungan berbagai keadaan patologis di
organ genitalia, misalnya endrometriosis, adenomiosis, mioma uteri,
stenosis serviks, penyakit radang panggul, perlekatan panggul, atau irritable
bowel syndrome (Laila, 2011). Disminorhea primer dialami oleh 60-75%
perempuan muda. Tiga perempat jumlah tersebut mengalami Disminorhea dengan
intensitas ringan dan sedang, sedangkan seperempat lainnya mengalami Disminorhea
dengan tingkat berat. (Depkes RI, 2010)
Terdapat
beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya Disminorhea,
diantaranya yaitu : usia, usia menarche dini, lama menstruasi, riwayat
keluarga, status gizi, kebiasaan olahraga (Sophia, 2013). Sebagian besar wanita
mulai mengalami menstruasi pada usia 12-13 tahun atau dalam rentan usia 12-16
tahun. Pada umumnya Disminorhea dimulai 1-3 tahun setelah menarche. (Morgan,
2009)
Menurut
Manuaba (2009), Disminorhea dibagi menjadi 3 derajat yaitu ringan,
sedang dan berat. Untuk mengetahui gambaran derajat nyeri saat menstruasi dapat
di ukur menggunakan salah satu penilaian yang dinamakan skala Numeric Rating
Scale (NRS)klien dapat menilai nyeri dengan menggunakan skala 0-10 .(Prasetyo,
2010) Seluruh siswa dan siswi MTs XXX berjumlah 117 orang diantaranya laki
–laki 61 orang dan perempuan 56 orang rentang usia 13-16 tahun .
Menurut
World Health Organization (WHO) tahun (2014) di perkirakan
kelompok remaja berjumlah 1,2 milyar atau 18% dari jumlah penduduk dunia.
Menurut data WHO tahun (2012) didapatkan kejadian 90% wanita yang
mengalami Disminorhea didunia.
Menurut
Badan Pusat Statistik (BPS) tahun (2015) jumlah penduduk Indonesia berdasarkan
kelompok umur 10-19 tahun berjumlah 44.447.583 jiwa. Dan untuk di Indonesia
sendiri persentase kejadian Disminorhea sebesar 64,25% .(Proverawati,
2009)
Di Jawa
Barat tidak ada angka pasti mengenai jumlah remaja yang mengalami menstruasi,
namun diperkirakan 30%-70% perempuan mengalami masalah yang berhubungan dengan
menstruasi seperti nyeri perut atau keram perut dan sekitar 10%-15% mengalami
permasalahan terhadap pekerjaan, sekolah dan aktivitas sehari-harinya. (Baziad,
2003 dalam Yuliana, 2010)
Berdasarkan
hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan pada tanggal 16 April 2019 di MTs XXX dengan menggunakan
metode wawancara di kelas VII dan VIII sebanyak 10 orang responden. Dari hasil studi
pendahuluan tersebut diketahui
sebanyak 6 orang
responden mengalami Disminorhea dan 4 orang responden yang tidak mengalami Disminorhea. Dan dari 10 orang tersebut sebanyak 7 responden belum
mengetahui tentang fisiologis menstruasi. Berdasarkan
uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti “Hubungan Pengetahuan Siswi Kelas VII-IX Tentang Fisiologi Menstruasi Dengan Kejadian Disminorhea Di MTs XXX Kota XXX
Tahun 2019”
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian dari latar belakang di atas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
bagaimana “ Hubungan Pengetahuan Siswi Kelas VII-IX Tentang Fisiologi
Menstruasi Dengan Kejadian Disminorhea
Di MTs XXX Kota
XXX Tahun 2019 “
1.3
Tujuan
1.3.1
Tujuan
Umum
Diketahuinya
Hubungan Pengetahuan Siswi Kelas VII-IX Tentang Fisiologi Menstruasi Dengan Kejadian Disminorhea Di MTs XXX Kota XXX
Tahun 2019.
1.3.2
Tujuan
Khusus
1. Untuk
mengetahui Pengetahuan Siswi
kelas VII –IX Tentang
Fisiologi Menstruasi Di MTs XXX Kota XXX Tahun 2019.
2. Untuk
mengetahui kejadian
Disminorhea pada
Siswi Kelas VII-IX
Di
MTs XXX Kota XXX Tahun 2019.
3. Untuk
mengetahui sejauh mana Hubungan Pengetahuan Siswi Kelas VII-IX Tentang Fisiologi
Menstruasi Dengan Kejadian
Disminorhea Di MTs xxx Kota XXX Tahun 2019
1.4
Ruang Lingkup Penelitian
Ruang
Lingkup dalam penelitian ini adalah Hubungan Pengetahuan Siswi Kelas VI-IX Tentang
Fisiologi Menstruasi Dengan Kejadian Disminorhea
Di MTs XXX
Kota XXX.
1.5
Kegunaan Penelitian
1.5.1
Guna
teoritis
1.
Bagi
peneliti
Memberikan
pengalaman bagi peneliti dalam pelaksanaan mulai dari pengolahan sampai pada
hasil penelitian, dan sebagai wawasan ilmu pengetahuan serta dapat menerapkan
ilmu yang di pelajari saat perkuliahan. Dan dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang di peroleh selama pendidikan
serta menambah wawasan dan pengalaman yamg sangat berharga.
2.
Bagi
Institusi Pendidikan
Dapat
memberikan fasilitas-fasilitas yang memadai bagi mahasiswa, seperti dosen yang
berkualitas, konsisten terhadap waktu, melengkapi fasilitas perpustakaan,
laboratorium dan memperbanyak praktek.
1.5.2
Guna
Praktis
1.
Bagi
Siswi MTs XXX
Hasil
penelitian ini di harapkan menjadi bahan masukan untuk menambah wawasan
khususnya pengetahuan mengenai Fisiologi Menstruasi dan kejadian Disminorhea
dan pengalaman yang sangat berharga.
2.
Bagi
MTs XXX
Hasil
penelitian ini di harapakan menjadi bahan masukan bagi segenap penentu
kebijakan dan instasi terkait untuk memprioritaskan program kesehatan dalam
upaya mengurangi kejadian Disminorhea.
3.
Bagi
Masyarakat
Disarankan
bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program-program
kesehatan seperti, Rohis, Keputrian dan lain- lain yang berkaitan dengan
kesehatan.
4.
Bagi peneliti Selanjutnya
Diharapkan penelitian ini bisa di jadikan referensi,
informasi serta bahan pertimbangan dalam penelitian lainnya untuk dapat di
lanjutkan penelitian skala observasi.
Comments
Post a Comment