Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

Hubungan
Pengetahuan Ibu Tentang Akseptor KB Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi KB
Suntik 3 Bulan Di PMB XXX
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Masalah
pertambahan penduduk yang tidak terkendali banyak dialami oleh negara
berkembang, termasuk Indonesia. Oleh karena itu pemerinah berusaha untuk
mengatasi pertambahan penduduk melalui program keluarga berencana. (Proverawati, 2010)
Keluarga
berencana menurut WHO adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan
suami istri untuk mengetahui kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan
kelahiran yang memang diinginkan mengatur interval diantara kehamilan, suami
istri menentukan jumlah anak dalam keluarga. (Meilani, 2010)
Tujuan
program KB adalah untuk meningkatkan deerajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak serta keluarga dan bangsa pada
umumnya serta meningkatkan martabat
kehidupan rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran serta pertambahan
penduduk tidak melebihi kemampuan untuk meningkatkan reproduksi. (Departemen Kesehatan RI. 2015)
Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaporkan dari sekitar 40 juta
pasangan usia subur peserta keluarga berencana (KB) yang menggunakan alat
kontrasepsi, sebanyak 9,1 % diantaranya tidak dapat mengakses alat-alat
kontrasepsi. Dimana Sebagian besar peserta KB yang tidak dapat mengakses
alat-alat kontrasepsi tersebut berada di daerah terisolir, daerah perbatasan.(www.bkbnjabarprov.go.id)
Paradigma baru
program keluarga berencana nasional
telah diubah visinya dari mewujudkan
norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera, menjadi “keluarga yang
berkualitas 2015” untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju,
mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung
jawab, harmonis, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Affandi, 2012)
Salah satu kontrasepsi yang populer di
Indonesia adalah kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik yang digunakan adalah
Noretisteron Enentat (NETEN), Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA) dan
Cyclofem.
Cara kerja kontrasepsi suntik 3
bulan adalah mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks sehingga
menurunkan kemampuan penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir rahim tipis
dan atropi menghambat transportasi gamet oleh tuba. (Saifudin,2010)
Cakupan peserta KB baru dan KB aktif di
Indonesia pada tahun 2015 dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 47.019.002. Peserta KB
sebesar 7.761.961 (16,15%) meliputi suntik sebanyak 3.855.254 (49,67%), pil KB
sebanyak 1.951.252 (25,14%), kondom sebanyak 441.141 (5,68%), implan sebanyak
826.627 (10,65%), IUD (Intra Uterine Device) sebanyak 555.241 (7,15%), Metode
Operasi Wanita (MOW) sebanyak 116.384 (1,5%), Metode Operasi Pria (MOP)
sebanyak 16.062 (0,2%). (Departemen Kesehatan
RI. 2015)
Hasil Survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2016 persentase
PUS berumur 15-49 tahun yang menggunakan atau memakai alat KB di Provinsi Jawa
Barat 2000-2015, menunjukan peningkatan secara signifikan pada tahun 2013
sebesar 64,87% (BPS Jawa Barat, 2016). Pada tahun 2015 jumlah PUS yang menjadi
peserta KB aktif tercatat sebanyak 1.015.043 peserta dengan rincian
masing-masing per metode kontrasepsi AKDR sebanyak 98.136 peserta, MOW sebanyak
22.811 peserta, MOP sebanyak 1.206 peserta, kondom sebanyak 46.705 peserta,
implan/susuk sebanyak 132.188 peserta , suntik sebanyak 342.606 peserta, pil KB
sebanyak 171.391 peserta (BKKBN Jawa Barat, 2015).
Berdasarkan
data yang didapat dari puskesmas
Cisaat tahun 2018-2019 didapatkan pengguna AKDR /IUD adalah 1789 orang ,pengguna suntik 3 bulan 8716 orang,pengguna implant 909
orang dan pengguna pil KB 5490 orang dari jumlah PUS 14735 orang.
Berdasarkan
data yang didapat dari PMB XXX tahun
2018-2019 didapatkan pengguna AKDR /IUD adalah 16 orang ,pengguna suntik 3 bulan 115 orang,pengguna implant 2 orang dan pengguna
pil KB 17 orang. Dengan data diatas dapat dilihat bahwa akseptor yang berminat
menggunakan kontrasepsi KB suntik 3 bulan di PMB XXX relatif banyak di bandingkan dengan iud,pil dan implant.
Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 18 April 2019 terhadap
10 ibu yang penggunakan KB suntik didapatkan 5 orang kurang tahu tentang
manfaat KB suntik 3 bulan,2 orang kurang tahu tentang pengetahuan KB suntik 3
bulan,dan 3 orang yang tidak tahu tujuan KB suntik 3 bulan.
Berdasarkan hal tersebut
maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan
Pengetahuan Ibu Tentang Akseptor KB Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi KB
Suntik 3 Bulan Di PMB XXX”
1.2
Rumusan
masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas maka diperoleh rumusan masalah dari penelitian ini yaitu
“Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Akseptor Kb Dengan Pemilihan Metode
Kontrapsepsi KB Suntik 3 Bulan Di PMB XXX”
1.3
Tujun
Penelitian
1.3.1
Tujuan
Umum
Untuk mengetahui hubungan
pengetahuan ibu tentang akseptor KB dengan pemilihan metode KB suntik 3 bulan
DI PMB XXX.
1.3.2
Tujuan
Khusus
a.
Untuk pengetahui pengetahuan ibu tentang akseptor KB suntik 3 bulan di wilayah kerja
PMB XXX.
b.
Untuk mengetahui akseptor KB yang pemilihan metode
KB suntik 3 bulan di Wilayah kerja PMB XXX.
c.
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang akseptor KB dengan
metode pemilihan KB suntik 3 bulan di wilayah kerja kerja PMB XXX.
1.4
Ruang
Lingkup
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah hubungan pengetahuan
ibu tentang akseptor KB dengan pemilihan metode KB suntik 3 bulan di PMB XXX
ada akseptor KB dengan jumlah 10 orang disebabkan kurangnya pengetahuan ibu
tentang akseptor KB dengan pemilihan metode kontrasepsi KB suntik 3 bulan
dengan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan cross sectional.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh akseptor KB di PMB XXX sebanyak 40
orang.Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Menggunakan
SPSS, Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun 2019.
1.5
Manfaat Penelitian
1.5.1
Bagi Teoritis
1.
Bagi
peneliti
Penelitian ini
digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan
tentang kebidanan yang di dapat di perkuliahan, yang di harapkan mampu menjadi
pelaksana, pendidik, pengelola, peneliti dan akan melakukan penelitian tentang
hubungan pengetahuan ibu tentang akseptor KB dengan pemilihan metode KB suntik 3 bulan di PMB XXX Kabupaten
XXX Tahun 2019.
2.
Bagi
Institusi Pendidikan
Dapat memberikan
fasilitas-fasilitas yang memadai bagi mahasiswa, seperti dosen yang
berkualitas, konsisten terhadap waktu, melengkapi fasilitas perpustakaan,
laboratorium dan memperbanyak praktek.
1.5.2
Kegunaan Praktis
1.
Bagi Pratik Mandiri Bidan
Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan
bagi pratik mandiri bidan dalam rangka
menyusun rencana pelayanan KB khususnya kontrasepsi suntik 3 bulan.
2. Bagi Pasangan Usia Subur
Hasil penelitian ini dapat menambah
pengetahuan dan manfaat tentang penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan demi
kesejahteraan ibu.
Comments
Post a Comment