Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

1.1
Latar Belakang Masalah
Mortalitas dan morbidilitas pada wanita hamil
di Indonesia masih merupakan masalah besar yang memerlukan prioritas utama
karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang sebagai
tolak ukur keberhasilan kesehatan ibu,maka indikator terpenting untuk menilai
kualitas pelayanan obstetrik dan ginekologi di suatu wilayah adalah dengan
meliha angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah
tersebut. Menurut definisi world health organization (WHO) kematian ibu adalah
kematian seorang wanita yang terjadi saat hamil, bersalin atau dalam 24 hari
setelah persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak
langsung terhadap persalinan.
Menurut WHO tahun 2015, sebanyak 536.000
perempuan meninggal akibat persalinan. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 Faktor penyebab kematian ibu di Indonesia
masih didominasi oleh perdarahan, eklampsia, dan infeksi, AKB tercatat sebanyak
32/1000 KH dan AKI sebanyak 359/100000 KH Di Provinsi Jawa Barat pada tahun
2014 AKI747/100.000 KH dan AKB 3.810/1000 KH.
Menurut Depkes RI pada tahun 2010, penyebab
langsung kematian maternal di Indonesia terkait kehamilan dan persalinan
terutama yaitu Pendarahan 28%, Eklamsi 24%, Infeksi 11%, Partus lama 5% dan
Abortus 5% (Depkes RI, 2010).
Masyarakat masih menganggap paradigma
persalinan merupakan pertaruhan hidup dan mati sehingga wanita yang akan
melahirkan mengalami ketakutan-ketakutan, khususnya takut mati pada dirinya
atau bayinya akan dilahirkan. Rasa nyeri dalam persalinan sejak zaman dahulu
sudah menjadi pokok pembicaraan diantara wanita, maka banyak calon ibu
menghadapi kehamilan dan kelahiran anaknya dengan perasaan takut dan cemas.
Tidaklah mudah untuk menghilangkan rasa takut yang sudah berakar dalam itu,
akan tetapi dokter dan bidan dapat berbuat banyak dengan membantu para wanita
yang dihinggapi perasaan takut dan cemas.
Berdasarkan data, peraturan mentri
kesehatan (permenkes) nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan
program indonesia sehat, bahwa angka kematian ibu sudah mengalami penurunan,
namun masih jauh dari target Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015.
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan
indikator utama derajat kesehatan masyarakat dan ditetapkan sebagai salah satu
tujuan Millenium Development Goals (MDGs). AKI Indonesia diperkirakan tidak
akan dapat mencapai target MDGs yang di tetapkan, yaitu 102 per 100.000
kelahiran hidup pada tahun 2015. Kematian ibu akibat kehamilan, persalinan, dan
nifas sbenarnya sudah banyak dikupas dan dibahas penyebab serta langkah-langkah
untuk mengatasinya. Meski demikian tampaknya berbagai upaya yang sudah
dilakukan pemerintah masih belum mampu mempercepat panurunan AKI seperti diharapkan.
Pembangunan kesehatan diindonesia dalam
rencana pembangunan jangka menengah nasional 2015-2025, mempunyai visi
masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat dimana salah satu target nya adalah
menurunkan angka kematian bayi dan balita. Berdasarkan kesepakatan global (Millenium Development Goals/MDGS’s 2000)
pada tahun 2015, diharapkan angka kematian bayi menurun 34 pada tahun 2007
menjadi 23/1000 kelahiran hidup.
Angka Kematian Ibu (AKI) di
indonesia masih cukup tinggi tercatat 305 per 100.000 kelahiran. Sementara
tahun 2016 menunjukan angka 4834, di tahun 2015 angkanya mencapai 4897, artinya
Indonesia, dari agka yang di laporkan saja ada 400 ribu ibu meninggal setiap bulan, dan 15 ibu
meninggal setiap harinya.
Jumlah kasus Angka Kematian Bayi
(AKB) turun dari 33.278 di tahun 2015, menjadi 32.007 pada tahun 2016, dan di
tahun 2017 di semester I sebanyak 10.294 kasus. Demikian pula dengan nagka
kematian ibu trurn dari 4.999 menjadi 4912 di tahun 2016 dan di tahun 2017
(semester I) sebanyak 1712 kasus.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Nindya Nadilah Walangadi tentang ‘’Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida
Trimester III Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Menghadapi Persalinan Poli KIA
Puskesmas Tuminting’’ didapatkan hasil kesimpulan penelitian yaitu dari 36
responden hasilnya menunjukan bahwa pengetahuan ibu menghadapi persalinan
diperoleh nilai p = 0,000. Kesimpulannya ialah ada hubungan antara pengetahuan
ibu hamil primigravida trimester III dengan tingkat kecemasan ibu menghadapi
persalinan di Puskesmas poli KIA pada saat hamil dengan nilai (p = 0.000).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Nanik Nur Rosyidah tentang ‘’Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida
Trimester III Menghadapi Persalinan Di BPS Ny. Roidah,SST,M.kes Desa Dlanggu Mojokerto’’didapatkan
hasil penelitian dari 20 responden berdasarkan umur hampir seluruhnya responden
berumur 20-30 tahun yaitu 75% dan tidak ada yang > 30 tahun. Berdasarkan
pendidikan hampir setengahnya responden berpendidikan SMU yaitu (45%) dan sebagian
kecil berpendidikan Akademi/perguruan tinggi (10%). Berdasarkan pekerjaan
setengahnya (50%) tidak bekerja dan (10%) sebagai PNS. Berdasarkan informasi
tanda-tanda persalinan (55%) mendapatkan informasi dari petugas kesehatan dan
(0%) yang tidak mendapat informasi dari petugas kesehatan. Berdasarkan tingkat
kecemasan ibu hamil primigravida trimester III menunjukan bahwa sebagian besar
responden mengalami kecemasan sedang yaitu (65%) dan tidak ada satupun yang
memiliki kecemasan berat. Kesimpulannya ialah Tingkat kecemasan ibu hamil
primigravida trimester III di BPS Ny. Roidah,SST.M.Kes memiliki tingkat
kecemasan sedang yaitu (65%).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Barat tahun 2017 AKI menunjukan bahwa AKI berjumlah 780 per
100.000 kelahiran hidup. (Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2017)
Berdasarkan data dari laporan Dinas Kesehatan
tahun 2018, menyebutkan bahwa jumlah kematian ibu kematian bayi sebanyak 256
kasus. (Laporan Tahunan Dinas Kesehatan, 2018)
Dewi (2013) dalam penelitiannya bahwa pengetahuan
ibu mempengaruhi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Hal tersebut
terjadi karena fikiran negative yang sering timbul ketika ibu hamil memikirkan
proses persalinan yang sulit dan menimbulkan kematian, bila ibu memiliki
pengetahuan yang baik tentang proses persalinan ia akan memiliki persiapan yang
matang untuk menghadapi peroses persalinannya nanti.
Melihat fenomena diatas, menunjukan bahwa
proses persalinan selain dipengaruhi oleh faktor pessage, passanger, power dan
penolon faktor psikis juga sangat menentukan keberhasilan persalinan. Dimana
kecemasan juga ketegangan, rasa tidak nyaman dan kekhawatiran yang timbul
karena dirasakannya telah terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan tapi
sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan berasal dari dalam (intra psikis)
yang dapat menyebabkan partus lama atau perpanjangan kala II (Depkes RI
Pusdiknakes).
Berdasarkan data dari laporan tahunan Kebidanan
BPM XXX tahun 2018 tercatat tidak terdapat kasus kematian ibu, dan kematian
bayi balita (Laporan tahunan Kebidanan, BPM XXX)
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 15 - 19 April 2019 di BPM XXX didapatkan
bahwa pada saat ibu melakukan kunjungan kehamilan dan di wawancara sederhana tentang
kecemasan proses persalinan terdapat ibu hamil yang telah memasuki masa
persiapan persalinan. Ada 10 orang ibu hamil primigravida trimester III yang
diperiksa, Sebagian besar responden memiliki tingkat
pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 7 orang (70%). Ibu hamil primigravida
menyatakan takut dan cemas dalam menghadapi persalinan di wilayah Kerja BPM XXX
sebagian besar termasuk dalam kategori cemas yaitu sebanyak 6 orang (65%).
Dari latar belakang diatas maka penulis
tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul,”Hubungan pengetahuan ibu
hamil primigravida trimester III dengan kecemasan menghadapi persalinan di BPM XXX
Tahun 2019”.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian pada latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah
“Apakah terdapat Hubungan pengetahuan ibu hamil primigravida
trimester III dengan kecemasan ibu menghadapi persalinan di BPM XXX Tahun 2019?”.
1.3
Tujuan Penelitian
1.3.1
Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu
hamil primigravida trimester III tentang proses persalinan dengan kecemasan ibu
menghadapi persalinan di BPM XXX Tahun 2019.
1.3.2
Tujuan Khusus
1.
Untuk mengetahui distribusi frekuensi tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida
trimester III tentang proses persalinan di BPM XXX tahun 2019.
2.
Untuk mengetahui distribusi frekuensi kecemasan ibu menghadapi
persalinan di BPM XXX tahun 2019.
3.
Untuk mengetahui distrribusi frekuensi hubungan pengetahuan ibu hamil primigravida
trimester III tentang proses persalinan dengan kecemasan dalam menghadapi
persalinan di BPM XXX tahun 2019.
1.4
Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini akan
membahas tentang hubungan pengetahuan ibu hamil primigravida trimester III tentang
proses persalinan dengan kecemasan dalam menghadapi persalinan di BPM XXX tahun
2019. Penelitian ini dilakukan karena masih terdapat ibu hamil primigravida trimester
III yang merasa cemas dalam menghadapi persalinan. Adapun populasi dalam
penelitian ini adalah ibu hamil primigravida pada periode April-Mei tahun 2019
yakni sebanyak 22 orang dengan waktu penelitian yaitu pada tahun 2019.Penelitian
ini menggunakan metode survey analitik
dengan pendekatan crossectional dan cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan mengambil 22 orang ibu hamil sebagai responden
dalam penelitian ini.
1.5
Kegunaan Penelitian
Penelitian dilakukan agar diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi berbagai pihak meliputi:
1.5.1
Guna Teoritis
1.
Bagi institusi pendidikan
Sebagai wawasan bagi institusi pendidikan
dalam proses belajar khususnya dalam metodologi riset statistik kebidanan dan
dapat juga dijadikan sumber bahan bacaan kesehatan dan metodologi penelitian
kebidanan tentang pengetahuan ibu hamil primigravida trimester III dengan kecemasan
dalam menghadapi persalinan.
2.
Bagi Peneliti
Untuk menambah wawasan peneliti mengenai
riset kesehatan dan khususnya tentang masalah kebidanan dan dapat menambah
pengalaman secara langsung mengenai pengetahuan ibu hamil primigravida trimester
III dengan kecemasan dalam menghadapi persalinan.
1.5.2
Guna Praktis
1.
Bagi BPM
Semoga memberi manfaat bagi lokasi penelitian
dan dapat menambah referensi dalam bidang ilmu kebidanan, bahan pertimbangan
dan sekaligus sebagai bahan perencanaan peningkatan pelayanan kesehatan yang
bermutu, serta untuk menghubungkan dan menambah pengetahuan yang telah ada
tentang hubungan pengetahuan ibu hamil primigravida trimester III dengan kecemasan
dalam menghadapi persalinan di BPM XXX Tahun 2019.
2.
Bagi Responden
Semoga dapat menambah informasi yang lebih
kepada masyarakat mengenai kecemasan dalam menghadapi persalinan.
Comments
Post a Comment