Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

SKRIPSI / KTI
Hubungan
Pengetahuan Ibu Hamil
Primigravida tentang ANC terhadap kepatuhan ANC di Puskesmas XXX Kabupaten XXX
Tahun 2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah
upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,
sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara
sosial dan ekonomis. (Kemenkes RI, 2015)
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi
sebesar 359 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH). Angka ini sedikit menurun dibandingkan dengan SDKI
tahun 1991, yaitu sebesar 390 per 100.000 KH. Target global SDGs (Suitainable Development Goals) adalah
menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 KH. Mengacu dari
kondisi saat ini, potensi untuk mencapai target SDGs untuk menurunkan AKI
adalah off track, artinya diperlukan kerja keras dan sungguh- sungguh untuk
mencapainya. (Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2014).
Di Indonesia AKI masih terbilang tinggi
apabila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lain, yaitu
diperkirakan sebesar 359 kematian maternal per 100.000 KH untuk periode 2008-2012 (BPS, 2013). Data
dari The World Bank (2015), menunjukan AKI pada tahun 2012 sebesar 148/100.000
kelahiran hidup, ditahun 2013 menjadi 140/100.000 KH, kemudian tahun 2014 menurun menjadi
133/100.000 KH,
tahun 2015 menurun menjadi 126/100.000 KH. Hal ini masih tergolong tinggi apabila
dibandingkan dengan Negara Asia Tenggara lainnya (The World Bank, 2015).
Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu
indikator untuk melihat derajat kesehatan suatu negara. Jumlah kematian ibu di
negara berkembang dan tertinggal tergolong tinggi seperti yang terjadi di
Afrika Sub Sahara dan Asia Selatan (WHO,
2013). Penyebab utama kematian dari ibu ini adalah adanya perdarahan,
hipertensi, infeksi, partus lama serta penyebab tidak langsung lainnya, seperti
aborsi yang tidak aman, dan kondisi penyakit yang diderita ibu dan masalah
tersebut cenderung terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia (WHO, 2013
& BPS 2013).
Angka Kematian Ibu di Jawa Barat tahun 2017 menunjukkan bahwa AKI berjumlah
748/100.000 kelahiran hidup. (Dinas Kesahatan Jawa Barat, 2017)
Dinas
Kesehatan Kabupaten XXX mencatat, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian
Bayi (AKB) sepanjang 2018 relatif masih tinggi. Sampai akhir tahun terdapat 44 kasus, meliputi ibu hamil 11, bersalin 8, nifas 25.
Penyebabnya yaitu perdarahan 14, Hipertensi dalam Kehamilan 17, lain-lain 13. (Laporan
Tahunan Dinas Kabupaten XXX,
2018).
Pelayanan kesehatan ibu selama kehamilan
merupakan hal penting bagi ibu hamil maupun bayi yang dikandungnya. Upaya
pelayanan tersebut merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap kondisi buruk
yang dapat terjadi pada seorang ibu hamil. Berbagai kondisi dapat terjadi pada
seorang ibu hamil. Adapun kondisi paling buruk yang dapat terjadi pada seorang
ibu hamil adalah kematian. Jika standar pelayanan dilaksanakan sudah sesuai
dengan prosedur diharapkan dapat mendeteksi risiko tinggi pada ibu hamil lebih
awal dan dapat dilakukan rujukan sesegera mungkin.
Kehamilan, persalinan, dan menjadi seorang
ibu merupakan peristiwa dan pengalaman penting dalam kehidupan seorang wanita.
Namun, sebagaimana tahap transisi lain dalam fase kehidupan, perstiwa itu dapat
pula menimbulkan stres (Reeder et al., 2011).
Kehamilan merupakan penyatuan antara
spermatozoa dan juga ovum kemudian dilanjutkan dengan terjadinya nidasi atau implantasi.
Bila dihitung dari fase fertilisasi hingga lahirnya bayi maka kehamilan normal
akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 9 bulan menurut kalender
internasional. Kehamilan terdiri dari tiga trimester yakni trimester I
berlangsung selama 13 minggu, trimester II 14 – 27 minggu dan trimester III
dari 28 hingga ke 40 minggu (Manuaba, 2013).
Upaya kesehatan
yang dilakukan oleh
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam meminimalisir
penurunan tingkat AKI dan AKB telah dilaksanakan, diantaranya pengoptimalan
ANC (Depkes, 2012).
Tetapi terdapat permasalahan permasalahan yang
muncul diantaranya adalah
pelayanan ANC yang
belum optimal dalam
pelaksanaannya, belum memadainya
jumlah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi,
dan perlu pengoptimalan
pada program kontrasepsi jangka
panjang (Kemenkes RI, 2015).
Jumlah Kematian Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas XXX
Kecamatan Sukaraja Kabupaten XXX pada tahun 2018 tidak terdapat kematian ibu dan
jumlah kematian bayi 11. Pada bulan Januari – Maret 2019 terdapat 648 ibu hamil
(XXX 180, langensari 187, Cisarua 149, Sukamekar 132).
Pemeriksaan kehamilan merupakan asuhan yang
diberikan kepada ibu hamil sampai saat sebelum melahirkan. Asuhan pemeriksaan
kehamilan penting untuk menjamin bahwa proses alamiah dari kehamilan berjalan
normal dan mendeteksi ibu hamil yang tidak normal sehingga komplikasi obstetri
yang mungkin terjadi selama kehamilan dideteksi secara dini serta dapat di
tangani secara cepat.
Standar
pelayanan antenatal care dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena
tuntutan akan peningkatan kualitas pelayanan semakin meningkat. Standar
pelayanan ANC yang berawal dari 7T (timbang berat badan, mengukur tekanan
darah, mengukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi TT (Tetanus Toxoid)
lengkap, pemberian tablet Fe (zat besi) minimal 90 tablet selama kehamilan, tes
terhadap penyakit menular seksual, temu wicara dalam rangka persiapan rujukan).
Standar ANC 7T kemudian berkembang lagi menjadi 10T dengan penambahan item
standar meliputi 3 menilai status gizi (ukur lingkar lengan atas), menentukan
presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ), dan test laboratorium (rutin
dan khusus). Sekarang pemerintah menambahkan item standar pelayanan antenatal
care dari 10T menjadi 14T dengan penambahan item standar meliputi pemeriksaan
Hb, pemeriksaan VDRL (Veneral Disease Research Lab), pemeriksaan protein urine,
pemeriksaan urine reduksi, perawatan payudara, senam hamil, pemberian obat
malaria, dan pemberian kapsul minyak yodium. Penambahan standar pelayanan
antenatal care tersebut diharapkan menjadi acuan bagi tenaga kesehatan terutama
bidan dalam memberikan pelayanan antenatal yang berkualitas untuk meningkatkan
status kesehatan ibu yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi terhadap
penurunan AKI (Kemenkes, 2010).
Setiap ibu hamil sangat dianjurkan untuk
melakukan pemeriksaan ANC komprehensif yang berkualitas minimal 4 kali yaitu
minimal 1 kali pada trimester pertama (sebelum usia kehamilan 14 minggu),
minimal 1 kali pada trimester kedua (usia kehamilan 14-28 minggu) dan minimal 2
kali pada trimester ketiga (28-36 minggu dan setelah 36 minggu usia kehamilan)
termasuk minimal 1 kali kunjungan diantar suami atau anggota keluarga.
Kunjungan pertama ANC sangat dianjurkan pada usia kehamilan 8-12 minggu (Backe
et al, 2015; Kemenkes RI, 2015; PMK 97, 2014). Pada tahun 2015, hampir seluruh
ibu hamil (95,75%) di Indonesia sudah melakukan pemeriksaan kehamilan pertama
(K1) dan 87,48% ibu hamil sudah melakukan pemeriksaan kehamilan lengkap dengan
frekuensi minimal 4 kali sesuai ketentuan tersebut (K4) (Kemenkes RI, 2016).
Hasil pencatatan dan pelaporan Puskesmas XXX Kabupaten
XXX periode Januari-Maret 2019 jumlah seluruh ibu hamil ANC adalah 648 orang, ibu
hamil trimester 1 berjumlah 150 orang, trimester 2 berjumlah 386 orang,
trimester 3 berjumlah 112 orang. Sedangkan ibu hamil primigravida berjumlah 41 orang
yang datang ke Puskesmas XXX Kabupaten XXX.
Berdasarkan hasil pengambilan data dan studi pendahuluan
yang penulis lakukan pada bulan April 2019 di Puskesmas XXX dari 10 ibu hamil primigravida terdapat
90% yang pengetahuannya baik
tentang ANC dan kepatuhan ANC.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil
Primigravida tentang ANC terhadap kepatuhan ANC di Puskesmas XXX Kabupaten XXX
Tahun 2019”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang yang telah diuraikan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah “Bagaimana Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida Dengan Kepatuhan ANC di
Puskesmas XXX Tahun 2019?”
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1
Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu
hamil primigravida tentang ANC terhadap kepatuhan ANC di Puskesmas XXX
Kabupaten XXX Tahun 2019.
1.3.2
Tujuan Khusus
1.
Untuk mengetahui distribusi frekuensi
pengetahuan ibu hamil primigravida tentang kepatuhan ANC di Puskesmas XXX
Kabupaten XXX Tahun 2019.
2.
Untuk mengetahui distribusi terhadap kepatuhan
ANC di Puskesmas XXX
Kabupaten XXX Tahun 2019.
3.
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil
primigravida tentang ANC dengan kepatuhan ANC di Puskesmas XXX Kabupaten XXX
Tahun 2019
1.4 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini adalah tentang Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida tentang ANC Terhadap Kepatuhan
ANC di Wilayah kerja Puskesmas XXX Kabupaten XXX periode Januari-Maret Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida tentang ANC dengan Kepatuhan ANC di
wilayah kerja Puskesmas XXX Kabupaten XXX tahun 2019. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah
ibu hamil primigravida pada periode Januari-Maret 2019 yakni sebanyak 41 orang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan mengambil 41 orang ibu hamil primigravida sebagai responden dalam penelitian ini.
1.5 Kegunaan Penelitian
1.5.1
Manfaat Teoritis
1.
Bagi institusi
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan bacaan atau referensi bagi mahasiswa
untuk melakukan penelitian selanjutnya.
2.
Bagi Peneliti
Penelitian ini
digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan
tentang kebidanan yang di dapat di perkuliahan, yang diharapkan mampu menjadi
pelaksana, pendidik, pengelola, peneliti dan akan melakukan penelitian tentang
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida tentang ANC Terhadap Kepatuhan ANC
di Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun 2019.
1.5.2
Manfaat Praktis
1.
Ibu hamil
primigravida
Dengan adanya
penelitian ini diharapkan
ibu hamil primigravida
dapat meningkatkan pengetahuannya dan mau untuk memeriksakan kehamilannya ke puskesmas.
2.
Bagi Puskesmas XXX
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan akan
memberi manfaat sebagai bahan masukan atau tambahan dalam melaksanakan
pelayanan terhadap masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan untuk
meningkatnya minat kunjungan pasien ke Puskesmas XXX
3.
Bagi Profesi
Diharapkan akan memberi manfaat sebagai bahan masukan atau tambahan
terhadap pelayanan yang optimal sesuai dengan kondisi lapangan yang ada.
Comments
Post a Comment