Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
Pemenuhan Gizi Seimbang Saat Hamil Dengan Kejadian KEK di Wilayah Kerja
Puskesmas XXX Tahun 2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Kehamilan
merupakan periode yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan karena tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh kondisi saat janin berada dalam kandungan. Status gizi ibu hamil berperan langsung dalam kondisi kehamilan dan bayi yang akan dilahirkan sehingga kekurangan gizi pada awal dan selama kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. (Arisman, 2009)
Untuk
pertumbuhan maupun aktivitas janin memerlukan makanan yang disalurkan melalui
plasenta. Untuk itu ibu hamil harus mendapat gizi yang cukup untuk dirinya
sendiri maupun bagi janinnya. Maka bagi ibu hamil, kualitas maupun jumlah makanan
yang biasanya cukup untuk kesehatannya harus ditambah dengan zat-zat gizi dan
energi agar pertumbuhan janin berjalan dengan baik. Selama hamil ibu akan
mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya agar siap membesarkan janin yang
dikandungnya, memudahkan kelahiran, dan untuk memproduksi ASI bagi bayi yang
akan dilahirkannya. (Arisman, 2009)
Kurang
Energi Kronik (KEK) merupakan suatu keadaan dimana status gizi seseorang
yang buruk. Ukuran risiko KEK dilakukan dengan menggunakan Lingkar Lengan Atas
(Lila) dimana batasannya adalah kurang dari 23,5 cm. (Depkes RI, 2009)
Ibu hamil
dengan masalah gizi dan kesehatan berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan
ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Kondisi ibu hamil KEK
berisiko menurunkan kekuatan otot yang membantu proses persalinan sehingga
dapat mengakibatkan terjadinya kematian janin (keguguran), prematur, lahir
cacat, berat badan lahir rendah (BBLR) bahkan kematian bayi, ibu hamil KEK
dapat mengganggu tumbuh kembang janin yaitu pertumbuhan fisik (Stunting), otak
dan metabolisme yang menyebabkan penyakit menular diusia dewasa. (Laporan
Kinerja Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat Tahun 2016)
Menurut World
Health Organization (WHO), persentase tertinggi penyebab kematian ibu
adalah perdarahan (28%) dan infeksi, yang dapat disebabkan anemia dan KEK. Di
berbagai negara kejadian ini berkisar kurang 10% sampai hampir 60%.
(Prawirohardjo, 2006)
Menurut
WHO tahun 2010, batas ambang masalah kesehatan masyarakat untuk ibu hamil
dengan risiko KEK adalah <5%, sementara hasil PSG 2017, menunjukkan angka
14,8% untuk prevalensi ibu hamil KEK.
Hal ini menunjukan bahwa Indonesia mempunyai masalah kesehatan masyarakat
kategori sedang (10-19%) untuk masalah ibu hamil dengan risiko KEK.
Berdasarkan
Riskesdas 2018, terjadi penurunan prevalensi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dari 24,2% pada tahun 2013
menjadi 17,3% pada tahun 2018. Sedangkan angka KEK pada populasi
wanita usia subur tidak hamil juga mengalami penurunan, dari 20,8% menjadi
14,5% di tahun 2018.
Berdasarkan
hasil Riskesdas tahun 2018, angka kejadian KEK pada ibu hamil di Provinsi Jawa
Barat yaitu sebesar 14%.
Dari hasil
pengambilan data di Puskesmas XXX, pada tahun 2018 terdapat 728 ibu hamil dengan kejadian KEK
69 (9,48%) dan pada periode Januari-Maret 2019 dari jumlah keseluruhan ibu
hamil 206 terdapat kasus KEK sebanyak 18 (8,74%). Berdasarkan studi pendahuluan yang
dilakukan pada 10 orang ibu hamil terdapat 6 orang ibu hamil yang
berpengetahuan kurang tentang pemenuhan gizi seimbang pada saat hamil.
Melihat
data tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian
tentang “Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemenuhan
Gizi Seimbang Saat Hamil Dengan Kejadian KEK di Wilayah Kerja Puskesmas XXX Tahun
2019”.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dari
penelitian ini adalah “Adakah Hubungan
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang Saat Hamil Dengan Kejadian
KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas XXX Tahun 2019?”
1.3
Tujuan
Penelitian
1.3.1
Tujuan Umum
Untuk
mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang Saat
Hamil Dengan Kejadian KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas XXX Tahun 2019.
1.3.2
Tujuan Khusus
1.
Untuk
mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang Pemenuhan Gizi
Seimbang Saat Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas XXX Tahun 2019
2.
Untuk
mengetahui distribusi frekuensi Kejadian KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas XXX
Tahun 2019.
3.
Untuk
mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang Saat
Hamil Dengan Kejadian KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas XXX Tahun 2019.
1.4
Ruang
Lingkup Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian analitik, Penelitian ini
dilakukan
pada bulan April-Mei 2019, untuk mengetahui Hubungan
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang Saat Hamil Dengan Kejadian KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas XXX
Tahun 2019. Populasi penelitian yaitu semua ibu hamil di wilayah kerja puskesmas XXX
pada periode bulan Januari-Maret tahun
2019 dengan sampel penelitian berjumlah 67 ibu
hamil dari populasi 206 ibu hamil. Pengumpulan data primer diperoleh melalui pembagian
kuesioner kepada ibu hamil yang ada di wilayah kerja puskesmas XXX. Analisis
data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan
SPSS.
1.5
Manfaat
penelitian
1.5.1
Manfaat
Teoritis
1. Bagi institusi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan
bahan masukan untuk memperluas wawasan dan untuk menambah bahan bacaan serta
referensi bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian selanjutnya.
2. Bagi Peneliti
Diharapkan
hasil penelitian ini dapat menambah wawasan peneliti mengenai riset kesehatan
khususnya penelitian korelasi sehingga dapat menambah pengetahuan serta
keterampilan dalam menangani masalah tentang KEK.
1.5.2
Manfaat
Praktis
1.
Ibu
Hamil
Bagi ibu dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan
tentang pengertian, penyebab, gejala
dan upaya pencegahan terhadap KEK dalam kehamilan
2.
Puskesmas
XXX
Menjadi bahan masukkan
untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
3. Organisasi
Profesi IBI
Diharapkan hasil penelitian ini
dapat memberikan masukan kepada petugas kesehatan tentang masalah KEK dalam
kehamilan.
4.
Bagi Peneliti Lain
Diharapkan
penelitian ini bisa dijadikan referensi, informasi serta bahan
pertimbangan dalam penelitian lainnya untuk dapat di lanjutkan penelitian skala
observasi.
Comments
Post a Comment