Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

Hubungan Antara Tingkat Stres Kerja
Terhadap Kinerja Bidan di Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun 2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pembangunan kesehatan pada
hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia
yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat
bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang
produktif secara sosial dan ekonomis (Kemenkes RI, 2015).
Azrul
Azwar menyebutkan dalam Bustami (2011) bahwa mutu
pelayanan kesehatan adalah derajat dipenuhinya kebutuhan masyarakat
atau perorangan terhadap asuhan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi
yang baik dengan pemanfaatan sumber daya secara wajar, efisien, efektif
dalam keterbatasan
kemampuan pemerintah dan masyarakat, serta diselenggarakan secara aman dan memuaskan pelanggan sesuai dengan
norma dan etika yang baik (Azrul Azwar, 2011).
Bidan adalah seseorang yang telah
menyelesaikan (lulus) program pendidikan kebidanan yang diakui secara resmi
oleh negaranya serta berdasarkan kompetensi praktik kebidanan dasar yang
dikeluarkan oleh International Confederation of Midwifes
(ICM) dan kerangka kerja
dari standar global ICM untuk pendidikan kebidanan, telah memenuhi kualifikasi
yang dipersyaratkan untuk didaftarkan (register) dan/atau memiliki izin yang
sah (lisensi) untuk melakukan praktik kebidanan, dan menggunakan gelar/hak
sebutan sebagai "bidan",
serta mampu menunjukkan kompetensinya di dalam praktik kebidanan (ICM, 2011).
Setiap pekerjaan tentunya tidak lepas dari sebuah beban kerja yang tentunya
membuat tingkat stres akan meningkat dan dikhawatirkan akan mempengaruhi
terhadap kinerja pekerjaaan seseorang. Pekerjaan
adalah sesuatu yang dikerjakan untuk mendapatkan nafkah atau pencaharian
masyarakat yang sibuk dengan kegiatan atau pekerjaan sehari-hari akan memiliki
waktu yang lebih untuk memperoleh informasi (Depkes RI, 2011).
Dilawati menyebutkan dalam Syahabuddin (2010) stres adalah suatu perasaan yang dialami apabila
seseorang menerima tekanan. Tekanan atau tuntutan yang diterima mungkin datang
dalam bentuk mengekalkan jalinan perhubungan, memenuhi harapan keluarga dan untuk pencapaian
akademik (Dilawati, 2010).
Lazarus dan Folkman (2012) menjelaskan stres sebagai kondisi
individu yang dipengaruhi oleh lingkungan. Kondisi stres terjadi
karena ketidakseimbangan antara tekanan yang dihadapi individu dan kemampuan untuk
menghadapi tekanan tersebut. Individu membutuhkan energi yang cukup untuk
menghadapi situasi stres agar tidak mengganggu kesejahteraan mereka. Berdasarkan
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa stres adalah suatu peristiwa atau
pengalaman yang negatif sebagai sesuatu yang mengancam, ataupun membahayakan
dan individu yang berasal dari situasi yang bersumber pada sistem biologis,
psikologis dan sosial dari seseorang.
Kinerja ialah prestasi
yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang
diberikan kepadanya. (Siswanto dalam Muhammad Sandy, 2015:11) sedangkan pengertian
kinerja menurut Moeheriono (2012:95) yaitu Kinerja atau performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian
pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran,
tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis
suatu organisasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nadia Yolanda di Rumah
Sakit Syamrabu Bangkalan (2014), diketahui bahwa Bidan adalah salah satu tenaga
Kesehatan yang dalam pekerjaannya ia dituntut untuk selalu siap secara fisik
maupun psikis serta memiliki ketelitian dan kesabaran yang cukup tinggi dalam
menangani pasien karena karena pekerjaannya yang menyangkut nyawa seseorang,
hal ini tentunya akan berdampak pada resiko terjadinya stres kerja.
Penelitian tersebut menunjukan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja
Bidan dimana sebagian besar Bidan yaitu 14 orang (56%) menganggap bahwa beban
kerjanya berat dan dapat meningkatkan tingkat stres kerja, dan 11 orang (44%)
sisanya menganggap beban kerjanya ringan sehingga tidak dapat meningkatkan
tingkat stres kerja.
Berdasarkan studi
pendahuluan yang dilakukan oleh penulis di Puskesmas XXX pada tanggal 23 April
2019 dari jumlah keseluruhan Bidan yaitu 23 orang didapatkan sebanyak 10 orang
dan 7 orang diantaranya mengaku bahwa stres kerja sangat berpengaruh terhadap
kinerjanya, dan 3 orang sisanya menganggap bahwa stres kerja tidak berpengaruh
terhadap kinerjanya.
Berdasarkan latar
belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang
Hubungan antara Tingkat Stres Kerja terhadap Kinerja Bidan di Puskemas XXX
Kabupaten XXX Tahun 2019.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian
latar belakang masalah diatas, dengan hasil 10 responden yang diteliti,
terdapat 7 responden mengatakan bahwa stres kerja berhubungan dengan kinerjanya
dan 3 responden sisanya mengatakan bahwa stres kerja tidak berhubungan dengan
kinerjanya. Maka penulis membuat rumusan masalah penelitian sebagai berikut,
“apakah terdapat hubungan antara tingkat stres kerja terhadap kinerja Bidan di
Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun 2019?”
1.3
Tujuan
1.3.1
Tujuan
Umum
Penelitan ini secara umum bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinjera Bidan di
Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun 2019.
1.3.2
Tujuan
Khusus
1. Mengidentifikasi
distribusi frekuensi tingkat stres
kerja di Puskesmas XXX.
2. Mengidentifikasi distribusi frekuensi kinerja Bidan di
Puskesmas XXX.
3. Mengidentifikasi hubungan antara tingkat stres Bidan
terhadap kinerja Bidan di Puskesmas XXX.
1.4
Ruang
Lingkup
Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui hubungan antara tingkat stres kerja terhadap kinerja Bidan di
Puskesmas XXX tahun 2019. Subjek penelitian ini adalah seluruh Bidan yang
bekerja di Puskesmas XXX yaitu sebanyak 23 orang. Desain penelitian yang
digunakan adalah cross sectional
yaitu penelitian yang mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko
dengan efek dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus
pada suatu saat (point time approach)
artinya tiap subjek hanya diobservasi sekali dan pengukuran dilakukan terhadap
status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder
dan lembar ceklist, penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2019.
1.5
Kegunaan
Penelitian
1.5.1
Kegunaan
teoritis
1.
Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan dapat bermanfaat bagi
lembaga pendidikan dan menjadi sumber bacaan, sumber informasi dan peningkatan
bagi proses penelitian selanjutnya terutama dengan kasus yang berhubungan
dengan Kinerja Bidan.
2.
Peneliti
Dengan
adanya penelitian ini diharapkan dapat
menambah wawasan khususnya dalam hal yang berkaitan dengan Tingkat Stres dan
Kinerja Bidan serta sebagai bahan untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan
selama kuliah.
1.5.2
Guna
Praktis
1.
Bagi responden
Diharapkan
Bidan dapat mencegah terganggunya Kinerja terhadap pasien yang di akibatkan
oleh meningkatnya tingkat stres kerja sehingga dapat membantu meningkatkan
kualitas mutu pelayanan.
2.
Bagi tempat penelitian
Diharapkan dapat bermanfaat untuk memberikan masukan atau saran untuk meningkatkan kualitas pelayanan Bidan terhadap pasien di Puskesmas XXX.
3.
Bagi Profesi
Diharapkan penelitian ini dapat
meningkatkan peran tenaga kesehatan untuk memotivasi dan memberikan pelayanan
yang lebih baik.
Comments
Post a Comment