Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

Gambaran Pengetahuan Keluarga
Pasien Tentang Kriteria Kasus Gawat Darurat di Ruang IGD RSUD XXX
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Rumah sakit adalah
suatu organisasi sosial yang berfungsi sebagai pemberi pelayanan baik secara
preventif, kuratif, maupun komperehensif kepada masyarakat. Instalasi Gawat
Darurat (IGD) merupakan elemen pertama di rumah sakit yang berperan dalam
memberikan penanganan pertama terhadap pasien sakit maupun cedera dengan
kondisi akut yang membutuhkan pertolongan segera menurut World Health Organization (WHO) (Ashour et al,
2012).
Gawat artinya
mengancam nyawa,sedangkan Darurat adalah perlu mendapatkan penanganan atau
tindakan dengan segera untuk menghilangkan ancaman nyawa korban.
Gawat darurat adalah suatu keadaan yang mengancam jiwa disebabkan oleh
gangguan (Airway / jalan nafas, Breathing / pernafasan, Circulation / sirkulasi) ABC, jika tidak
ditolong segera maka dapat meninggal (Wijaya, 2010)
Tindakan perawat dalam
melakukan perawatan pasien harus bertindak cepat dan memilah pasien sesusai
prioritas, sehingga mengutamakan pasien yang lebih diprioritaskan dan
memberikan waktu tunggu untuk pasien dengan kebutuhan perawatan yang kurang
mendesak (Igede ,2012).
Ketepatan waktu dalam
pelayanan kegawatdaruratan menjadi perhatian penting di negara - negara seluruh
dunia. Hasil studi dari National Health Service di Inggris, Australia, Amerika
dan Kanada bahwa pelayanan perawatan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien
(LeadingPractices in 2 Emergency Departement , 2010)
Triase adalah
pengelompokan pasien berdasarkan berat cideranya yang harus di prioritaskan ada
tidaknya gangguan airway, breathing, dan circulation (ABC) sesuai dengan
sarana, sumberdaya manusia dan apa yang terjadi pada pasien (Siswo, 2015)
Sistem triase yang
sering di gunakan dan mudah dalam mengaplikasikanya adalah mengunakan START
(Simple triage and rapid treatment) yang pemilahanya menggunakan warna . Warna
merah menunjukan prioritas tertinggi yaitu korban yang terancam jiwa jika tidak
segera mendapatkan pertolongan pertama.Moderete dan emergent menunjukan
prioritas tinggi korban yang berada di garis triage warna kuningt. Warna hijau
yaitu korban gawat tetapi tidak darurat meskipun kondisi dalam keadaan gawat ia
tidak memerlukan tindakan segera. Terakhir adalah warna hitam adalah korban ada
tanda-tanda meninggal (Ramsi, IF. dkk ,2014)
Ketidaktahuan keluarga
pasien mengenai sistem cara kerja di IGD dan latar belakang mereka yang
bervariasi, menurut Igede dalam Budiaji (2016), membuat persepsi mereka
terhadap pelayanan IGD kurang cepat dan kurang memuaskan saat anggota keluarga
mereka yang sakit tidak segera mendapatkan pelayanan. Selain kepuasan pasien,
faktor pengetahuan tentang prosedur penatalaksanaan di IGD juga mengakibatkan
timbulnya rasa cemas pada pasien (Qureshi, 2010).
Rumah Sakit Umum Daerah
XXX merupakan rumah sakit terbesar di kabupaten XXX yang menjadi tujuan rujukan
dari rumah sakit lainnya yang ada di daerah atau wilayah XXX dan RSUD XXX ini
merupakan aset yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah kabupaten XXX Jawa Barat. Data jumlah pengunjung yang datang
ke rumah sakit ini pada tahun 2018 berdasarkan jenis penyakit terhitung dari
bulan Januari-Desember 2018 sebanyak 237369,sedangkan data pasien menurut
pelayanan IGD sebanyak 33382 pasien.Berdasarkan data yang diperoleh saat studi pendahuluan,
diketahui 10 keluarga pasien yang masuk
ke ruang IGD 7 dari 10 keluarga pasien mengatakan tidak tahun tentang kriteria
pasien berdasarkan tingkat kegawat daruratan dan 3 orang keluarga pasien
mengatakan mengetahui tentang kriteria pasien berdasarkan kegawat daruratan.untuk
itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Gambaran Pengetahuan Keluarga Pasien
Tentang Kriteria Kasus Gawat Darurat di Ruang IGD RSUD XXX”.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian
latar belakang diatas, peneliti merumuskan permasalahan berikut yaitu “untuk
mengetahui gambaran pengetahuan keluarga pasien tentang kriteria kasus gawat
daruratan di ruang IGD RSUD XXX?”.
1.3
Tujuan
Penelitian
1.3.1
Tujuan Umum Penelitian
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan
keluarga pasien tentang kriteria kasus terhadap tingkat kegawat daruratan pasien di IGD RSUD XXX.
1.3.2
Tujuan Khusus Penelitian
a.
Untuk
mengetahui pengetahuan keluarga pasien
tentang kriteria kasus Gawat
Darurat pada pasien
b.
Untuk mengetahui pengetahuan keluarga
pasien tentang kriteria kasus Gawat tidak Darurat pada pasien
c.
Untuk
mengetahui pengetahuan keluarga pasien tentang kriteria kasus Darurat
tidak Gawat pada pasien
d.
Untuk mengetahui pengetahuan pasien
tentang kriteria kasus Tidak Gawat Tidak Darurat pada pasien
1.4
Ruang
Lingkup
Ruang lingkup
penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan keluarga pasien tentang kriteria kasus
gawat darurat pasien di ruang IGD RSUD XXX.
1.5
Kegunaan
Penelitian
1.5.1
Bagi Teoritis
1.
Bagi Peneliti
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan akan mendapatkan
tambahan ilmu, serta dapat menerapkan ilmu berkaitan dengan gawat darurat yang telah didapat selama perkuliahan sehingga kelak dapat
menjadi perawat yang mempunyai kinerja yang baik dengan tugas dan fungsinya
sebagai perawat.
2.
Bagi Institusi
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
lembaga pendidikan agar dapat mencetak lulusan perawat yang siap menjalankan
profesi sebagai seorang perawat sesuai dengan tugas dan fungsinya.
1.5.2
Guna Praktis
1.
Bagi Keluarga Pasien
Memberikan
informasi kepada keluarga pasien tentang prioritas penanganan pasien di IGD sehingga dapat menambah pengetahuan untuk keluarga pasien.
2.
Bagi Tempat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat memberikan suatu
masukan yang bisa dipakai sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam upaya
peningkatan layanan mutu kesehatan
khususnya pada pasien
yang mengalami gawat darurat.
3.
Bagi Peneliti Selanjutnya
Dapat menambah wawasan dalam mengembanglan ilmu yang
diperoleh selama perkuliahan untuk diaplikaskan kepada diri sendiri dan
masyarakat luas.
Comments
Post a Comment