Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Dukungan Suami Terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 Bulan
di BPS XXX Tahun 2019
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
ASI
eksklusif menurut World Health Organization (WHO, 2011) adalah memberikan hanya
ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir
sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin. Namun bukan berarti setelah
pemberian ASI eksklusif pemberian ASI eksklusif pemberian ASI dihentikan, akan
tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai bayi berusia 2 tahun. ASI merupakan
makanan pertama, utama, dan terbaik bagi bayi, bersifat ilmiah. ASI eksklusif
adalah bayi hanya diberi ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan cairan lain,
seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan
makanan padat , seperti pisang, bubur susu, biscuit, bubur nasi, dan nasi tim,
kecuali vitamin, mineral, dan obat (Prasetyono, 2009).
Air
susu ibu (ASI) merupakan makanan yang terbaik bagi bayi karena mengandung semua
zat gizi dalam jumlah dan komposisi yang ideal yang dibutuhkan oleh bayi untuk
tumbuh dan berkembang secara optimal, terutama pada umur 0 sampai 6 bulan.
Pemberian ASI eksklusif kepada bayi umur 0 – 6 bulan sangat dianjurkan dan
memberikan makanan pendamping ASI secara benar setelah itu sampai bayi/anak
berumur 2 tahun (Rinaningsih, 2007, Tedjasaputra, 2010, Fewtrell et al, 2007).
Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif merupakan bayi yang hanya menerima ASI saja
sehingga tidak ada cairan atau padatan lainnya diberikan, bahkan air dengan
pengecualian rehidrasi oral, atau tetes/sirup vitamin, mineralyang diberi ASI
memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit degeneratif seperti penyakit
darah tinggi, diabetes tipe 2, dan obesitas pada saat dewasa (WHO dan Unicef,
2003)
Dampak
negatif tidak di berikan asi yaitu Bertambahnya
kerentanan terhadap penyakit (baik anak maupun ibu) Menyusui
diyakini dapat mencegah 1/3 kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA),
kejadian diare dapat turun 50%, dan penyakit usus parah pada bayi prematur
dapat berkurang kejadiannya sebanyak 58%. Pada ibu, risiko kanker payudara juga
dapat menurun 6-10%.
Berdasarkan
data WHO (2015) cakupan ASI eksklusif pada usia 0-6 bulan sebesar 43%. Hal ini
sama dengan data yang diperoleh United Nations International Children’s
Emergency Fund (UNICEF) menunjukkan bahwa cakupan ASI eksklusif dunia sebesar
43%. Hasil tersebut masih di bawah target global menurut World Health Assembly
(WHA) sebesar 50%.
Menurut
Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menyebutkan
ada sepertiga (32%) bayi berumur di bawah enam bulan yang mendapatkan ASI
eksklusif. Empat dari sepuluh bayi yang berumur di bawah empat bulan (41%) dan
48% bayi umur kurang dari dua bulan mendapatkan ASI eksklusif.
Pemberian
ASI eksklusif di Jawa Barat pada tahun 2016 sebesar 46,4%, masih dibawah
cakupan nasional 52,3% terlebih target nasional sebesar 80%.Data yang diperoleh
dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Dari
hasil pengambilan Data yang di lakukan di BPS XXX pada tahun 2019 bulan
Januari - Maret terdapat 102 ibu nifas, yang
memberikan ASI Eksklusif sebanyak 87 ibu (85,29 % ).
Upaya yang
dapat dilakukan untuk mencegah
terjadinya kematian balita adalah dengan pemberian Air
Susu Ibu (ASI)
segera setelah lahir atau
biasa disebut Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta pemberian ASI
eksklusif. Hal ini didukung oleh
pernyataan United Nations
Childrens Fund (UNICEF), bahwa sebanyak
30.000 kematian bayi
di Indonesia dan 10 juta kematian anak balita di dunia pada tiap
tahunnya bisa dicegah melalui pemberian
ASI secara eksklusif selama enam
bulan sejak tanggal kelahirannya, tanpa
harus memberikan makanan serta
minuman tambahan kepada bayi
Di
Indonesia melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 450/SK/Menkes/VIII/2004,
tanggal 7 April 2004 telah menetapkan tentang pentingnya pemberian ASI
eksklusif selama 6 bulan pada ibu di Indonesia, namun menurut Survei Sosial
Ekonomi Nasional (Susenas) 2013 menunjukkan bahwa baru 38% bayi mendapat ASI di
Indonesia (Infodatin, 2013).
Keberhasilan pemberian ASI
Eksklusif menurut Siti Fadilah mengatakan “dapat
dipengaruhi oleh adanya kepedulian dan dukungan dari suami. Seorang suami dapat
memberikan dukungan kepada istrinya dalam pemberian ASI Eksklusif dengan bentuk
dukungan yang berbeda”, menurut Friedman dukungan dibedakan menjadi empat yaitu
: dukungan penghargaan, dukungan informasi, dukungan emosional dan dukungan
instrumental.
Banyaknya
bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif disebabkan oleh bebagai
faktor,diantaranya dukungan dari berbagai pihak yang masih kurang, salah
satunya Dukungan suami. Keberhasilan ASI eksklusifakan lebih mudah bila
dukungan dari suami turut berperan. Menyusui memerlukan kondisi emosional yang
stabil, mengingat faktor psikologis ibu sangat mempengaruhi produksi ASI,suami
dan istri harus saling memahami betapa pentingnya ukungan terhadap ibu yang
sedang menyusui (Tasya,2012).
Menurut penelitian Vetty Priscilla1,
Dwi Novrianda1, Suratno2 yang berjudul, Dukungan Suami Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah
Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Kota Padang Tahun 2011. Hasil penelitian diperoleh bahwa dukungan
instrumental dan penilaian bernilai positif sedangkan dukungan emosional dan
informasional bernilai negatif. Selanjutnya terdapat hubungan yang bermakna
antara dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penilaian suami
terhadap pemberian ASI eksklusif. Dukungan penilaian merupakan variabel yang
paling tinggi kekuatan hubungannya terhadap pemberian ASI eksklusif (b=0.119).
Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan memperluas sasaran promosi kesehatan
yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif yang melibatkan suami sebagai
sasaran.
Penelitian
Astri Faradillah Anka. R (2017). Yang berjudul Hubungan Dukungan Suami Dengan
Pemberian Asi Eksklusif Diwilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari
Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian menunjukkan bahwa dari 45 responden yang
menjadi obyek penelitian sebanyak 24orang (53,3%) suami mau memberikan dukungan
dalam pemberian ASI eksklusif dan hasil uji chi squareyaitu nilaiX2hitung
(8,013) ≥ X2tabel (3,841), hal ini berarti bahwa nilai X2hitung lebih besar
dibandingkan X2 tabel maka H1 diterima H0 ditolak dengan taraf hubungan
signifikan α = 0,05.
Penelitian
Indriyani Bakri (2018). Hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa ibu yang
memberikan ASI eksklusif sebanyak 65,1% serta ibu yang mendapat dukungan suami
yang baik sebanyak 59%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada
hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif dengan p value
sebesar 0,220 dan Odd Ratio sebesar 1,97. Diharapkan suami dapat mendampingi
ibu dalam kegiatan posyandu atau pemeriksaan kesehatan ibu dan anak sehingga
dapat menambah informasi terutama untuk suami dalam mendukung istrinya
memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.
Berdasarkan
studi pendahuluan dari 10 ibu nifas mengatakan bahwa 80% suami lebih mendukung
jika bayi diberikan ASI eksklusif. Maka dari itu, peneliti merasa tertarik
untuk mengambil judul “Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Dukungan Suami Terhadap Pemberian
ASI Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan Di BPS XXX Tahun 2019”.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan data
dari Dinas Kesehatan pada tahun 2018 terdapat 6090 ibu nifas ibu dan 6077 (99,79%) ibu yang memberikan
ASI Eksklusif. Berdasarkan dari laporan jumlah ibu nifas yang menyusui pada
tahun 2018 sebanyak 73.
Berdasarkan dari
data tersebut diketahui bahwa masih cukup tinggi ibu yang tida memberikan ASI
secata Eksklusif sehingga perlu di lakukan penelitian untuk mengetahui
faktot-faktor apa saja yang mempengaruhi dukungan suami terhadap pemberian ASI
Eksklusif pada bayi 0-6 Bulan di BPS XXX
Tahun 2019
1.3
Tujuan
1.3.1
Tujuan
Umum
Untuk mengetahui faktor
faktor yang mempengaruhi Dukungan Suami terhadap pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 Bulan di
BPS XXX Tahun 2019.
1.3.2
Tujuan
Khusus
1.
Di ketahuinya
distribusi frekuensi faktor dukungan penghargaan suami terhadap pemberian ASI Eksklusif
pada bayi 0-6 Bulan di BPS XXX Tahun 2019.
2.
Di ketahuinya distribusi
frekuensi faktor Dukungan informasi suami terhadap pemberian ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 Bulan di BPS XXX Tahun 2019.
3.
Di ketahuinya
distribusi frekuensi faktor Dukungan emosional suami terhadap pemberian asi
Eksklusif pada bayi 0-6 Bulan di BPS XXX Tahun 2019.
4.
Di ketahuinya
distribusi frekuensi faktor Dukungan instrumental suami terhadap pemberian ASI
Eksklusif pada bayi 0-6 Bulan di BPS XXX Tahun 2019.
5.
Di ketahui adanya hubungan
faktor dukungan penghargaan suami terhadap pemberian ASI Eksklusif pada bayi
0-6 bulan di BPS XXX
Tahun 2019.
6.
Di ketahui adanya
hubungan faktor dukungan informas suami terhadap pemberian ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 bulan di BPS XXX Tahun 2019.
7.
Di ketahui adanya
hubungan faktor dukungan emosional suami terhadap pemberian ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 bulan di BPS XXX Tahun 2019.
8.
Di ketahui ada nya
hubungan faktor dukungan instrumental suami terhadap pemberian ASI Eksklusif
pada bayi 0-6 bulan di BPS XXX Tahun 2019.
1.4
Ruang
Lingkup
Ruang lingkup
penelitian hanya membahas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dukungan Suami
terhadap Pemberian Asi Ekslusif Pada
Bayi 0-6 Bulan Di BPS XXX Tahun
2019, meliputi Dukungan Penghargaan, Dukungan Informasi, Dukungan Emosinal,
Dukungan Instrumental. Penelitian ini
dilakukan karena masih terdapat ibu yang tidak memberikan ASI Ekslisif pada
bayi 0-6 bulan, disebabkan karena kurangnya dukungan suami pada ibu menyusui. Adapun
populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui pada periode Januari-Maret 2019.
Yakni sebanyak 102 orang. fenelitian ini
menggunakan metode survey analitik yaitu
bagaimana dan mengapa fenomena itu terjadi kemudian melakukan analisis dinamika
korelasi antara fenomena baik antara faktor resiko dengan factor efek. Dengan dengan pendekaran cross
sectional, dan cara pengambilan sampel menggunakan teknik randem sampling dengan mengambil 20 orang ibu menyusui sebagai
responden dalam penelitian.
1.5
Manfaat
Penelitian
Penelitian dilakukan
agar diharapkan dapat memberikan manfaat badi berbagai pihak meliputi:
1.5.1
Manfaat
Teoritis
1.
Bagi
institusi pendidikan
Sebagai wawasan bagi
institusi pendidikan dalam proses belajar khususnya dalam metodologi riset
statisticdan kebidanan dapat juga di jadikan sumber bahan bacaan kesehatan dan
metodologi penelitian kebidanan tentang dukungan suami dengan pemberian ASI
Eksklusif pada bayi 0-6 Bulan
2.
Bagi
Peneliti
Untuk menanbah wawasan
peneliti mengenai riset kesehatan dan khususnya tentang masalah kebidanan dan
dapat menambah pengetahuan secara langsung mengenai dukungan suami dengan
memberikan ASI Eksklusif pada bayi 0-6 Bulan.
3.
Bagi
peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini
dapat di jadikan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya
1.5.2
Manfaat
Praktis
1.
Bagi
BPS
Semoga memberi manfaat
bagi lokasi penelitian dan dapat menambah referensi dalam bidang ilmu kebidanan
serta untuk menghubungkan, dan menambah pengetahuan yang telah ada tentang hubungan
dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 Bulan 2019.
2.
Bagi
Responden
Semoga dapat
menambah informasi yang lebih kepada masyarakat mengenai pemberian ASI Eksklusif
pada bayi 0-6 Bulan, serta menambah pengetahuan ibu menyusui.
Comments
Post a Comment