Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan antenatal care di
Poli KIA Puskesmas XXX Tahun 2019
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Puskesmas adalah sebagai salah satu fasilitas
pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya
mempercepat peningkatan derajat kesehatan
masyarakat Indonesia peran strategis ini diperoleh karena puskesmas
adalah fasilitas kesehatan yang padat
teknologi dan padat pakar sehingga masyarakat bisa memperoleh suatu kepuasan
yang memadai (Aditama,2009).
Di Indonesia puskesmas merupakan tulang
punggung pelayanan kesehatan tingkat pertama. Konsep puskesmas dilahirkan tahun
1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) di Jakarta. Pada waktu itu dibicarakan upaya
mengorganisasikan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, karena pelayanan
kesehatan tingkat pertama pada waktu itu masih berjalan sendiri -sendiri.
Melalui rakerkesnas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan
tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) (Effendi, 2004).
Pembangunan
kesehatan diselenggarakan dalam upaya mencapai visi "Indonesia
Sehat 2010". Sebagai salah satu pelaku pembangunan kesehatan, maka dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan Departemen Kesehatan harus dengan seksama
memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan sebagaimana tercantum dalam
Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010, yaitu: (1)
Perikemanusiaan, (2) Pemberdayaan dan kemandirian, (3) Adil dan merata, dan (4)
Pengutamaan dan manfaat. (Depkes RI, 2006). Upaya meningkatkan akses masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, diantaranya meningkatkan akses
terhadap pelayanan kesehatan dasar. Peran Puskesmas sebagai institusi yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang tingkat pertama yang terlibat
langsung dengan masyarakat menjadi sangat penting. Pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh puskesmas kepada masyarakat di poli KIA diantaranya
adalah pelayanan antenatal care. Antenatal adalah pemeriksaan berkala oleh
tenaga professional selama kehamilan untuk menemukan bahwa ibu hamil maupun
janin dalam keadaan baik. Antenatal care
merupakan pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalisasikan kesehatan mental dan
fisik ibu hamil sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan
memberikan ASI, dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar. Antenatal
care membantu mengurangi risiko yang
tidak diinginkan bagi ibu dan juga bagi anak yang akan dilahirkan. Ibu yang
sehat mempunyai peluang besar untuk melahirkan anaknya yang sehat
(Rusdidjas,2003).
Kualitas pelayanan
antenatal care yang memuaskan diharapkan dapat meningkatkan cakupan kunjungan
ibu hamil. Data cakupan kunjungan ibu hamil
tahun 2010 di Provinsi Jawa Barat mencapai 86,67%, sedangkan kunjungan
ibu hamil di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 83%, sedangkan cakupan
kunjungan ibu hamil di Puskesmas Leuwisari yaitu 64% (Laporan UPT Puskesmas Leuwisari tahun 2012).
Pelayanan yang bermutu merupakan salah satu kebutuhan
dasar yang diperlukan setiap orang. Hal ini telah disadari sejak berabad-abad
yang lalu, dari bentuk pelayanan kesehatan oleh murid-murid Aesculapius yang
dikenal dengan persaudaraan Aesculapiad
di Yunani, yang merupakan kumpulan para ahli kedokteran dan kesehatan
senantiasa berusaha meningkatkan mutu dirinya, profesinya maupun peralatan
kedokterannya demikian pula kemampuan manajerial kesehatan, khususnya manajemen
mutu pelayanan kesehatan juga ditingkatkan. Memasuki abad 21 yang semakin maju
adalah sudah seharusnya bahwa pendekatan mutu paripurna yang berorientasi pada
kepuasaan pelanggan atau pasien menjadi strategi utama bagi organisasi
pelayanan kesehatan di Indonesia agar supaya tetap eksis ditengah persaingan
global yang semakin ketat (Wijono, 2000).
Terdapat 5 (lima)
penentu kualitas jasa yang dapat dijadikan dasar menilai tingkat
kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diterimanya meliputi Tangibles
(bukti Langsung), Reliability
(Keandalan), Responsiveness
(ketanggapan), Assurance (Jaminan/Keyakinan) dan Empathy (empati). Kelima dimensi ini yang berdasarkan
pada harapan pelanggan terhadap suatu layanan dan kenyataan yang mereka temui
dapat digunakan dalam melakukan penilaian terhadap kepuasan pasien(menurut
Kotler dalam Muslim, 2003).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Dasmiwarita (2012), hasil penelitian memperlihatkan pasien yang puas terhadap
pelayanan Puskesmas Padang Pariaman sebesar 57%, sedangkan yang tidak puas 47%.
Kepuasan paling tinggi ditemukan terhadap kondisi lingkungan (82%), paling
rendah terhadap pelayanan di poliklinik (55%) dengan kualitas pemerikasaan yang
baik di poliklinik hanya sebesar 28%. Dengan demikian kepuasan tersebut lebih
banyak ditunjang oleh kondisi lingkungan, bukan oleh pelayanan di poliklinik
(Dasmiwarita,Analisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan poli
mulut dan gigi, 2012).
Berdasarkan studi pendahuluan yang sudah dilakukan
di Puskesmas XXX, bahwa pelayanan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien, hal tersebut menunjukan
bahwa dari 22 responden yang menyatakan puas dengan pelayanan di KIA sebanyak 8
responden, cukup puas sebanyak 4 responden, dan tidak puas sebanyak 10
responden.
Hasil studi pendahuluan diatas maka peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian tentang tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan Antenatal Care di Poli KIA Puskesmas XXX. Untuk itu peneliti
mengambil judul “Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan antenatal
care di Poli KIA Puskesmas XXX Tahun 2019”.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Analisis Tingkat
Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Antenatal Care di Poli KIA Puskesmas XXX
Tahun 2019?”
1.3
Tujuan
Penelitian
1.3.1
Tujuan Umum
Untuk mengetahui Analisis tingkat kepuasan
Pasien terhadap Pelayanan Antenatal Care di Poli KIA Puskesmas XXX Tahun 2019.
1.3.2
Tujuan Khusus
1.
Untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan pasien kategori puas terhadap
pelayanan Antenatal Care di Poli KIA Puskesmas XXX tahun 2019.
2.
Untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan pasien kategori cukup puas
terhadap pelayanan Antenatal Care di Poli KIA Puskesmas XXX tahun 2019.
3.
Untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan pasien kategori tidak puas
terhadap pelayanan Antenatal Care di Poli KIA Puskesmas XXX tahun 2019.
1.4
Ruang
Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Antenatal Care di Poli KIA karena
masih ada pasien yang kurang puas terhadap pelayanannya, penelitian ini
dilaksanakan di Poli KIA Puskesmas XXX pada bulan April 2019. Populasi pada
penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang ke Poli KIA Puskesmas XXX
pada bulan Maret sebanyak 163 ibu hamil,
menggunakan metode accidental sampling peneliian ini dilakukan dengan
metode deskriptif.
1.5
Kegunaan
Peneliti
1.5.1
Guna Teoritis
1. Bagi Peneliti
Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman
dalam penerapan ilmu pada bidang asuhan kebidanan Antenatal care khususnya terhadap
pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai Referensi bahan bacaan dan
pengetahuan untuk menambah wawasan bagi mahasiswa kebidanan, khususnya yang
berkaitan dengan pelayanan Antenatal Care.
1.5.2
Manfaat Praktis
1. Bagi Responden
Diharapkan dapat menambah tingkat kepuasan
pasien terhadap pelayanan yang diberikan di Poli KIA.
2. Bagi Puskesmas
Memberi data bagi institusi pelayanan
kesehatan puskesmas dan dapat digunakan untuk menambah kualitas dalam
memberikan pelayanan bagi ibu hamil terutama terhadap pelayanan yang diberikan.
Comments
Post a Comment