Upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal

NEONATUS DAN PERMASALAHAN LAINNYA
A.
Bercak Mongol
Bercak mongol merupakan bercak rata berwarna kebiruan, kehitaman, atau kecoklatan yang lebar, dan umumnya terdapat pada sisi punggung bawah, juga paha belakang, punggung atas, bokong dan bahu. Bercak ini muncul soliter atau multipel, dan biasanya memudar pada beberapa tahun pertama walaupun sering juga menetap hingga dewasa.
Penyebabnya adalah terdapatnya
melanosit yang mengandung melanin. Bercak ini hanya merupakan lesi jinak dan
tidak berhubungan dengan kelainan-kelainan sistematik. Penampilan yang khas dan
bersifat kongenital membedakan bintik ini dengan memar karena penganiayaan
seperti pada penganiayaan anak atau perlakuan salah pada anak.
B.
Hemangioma
Hemangioma adalah tumor pembuluh darah yang paling banyak dijumpai pada bayi terjadi pada 10% anak kulit putih dan sampai 20 % pada bayi premature dengan berat badan kurang dari 1000 g. Hemongioma paling sering terjadi pada kulit, sering kali soliter, lebih pada anak perempuan dan jarang berkembang sepenunya pada waktu lahir. Hampir 60% ditemukan didaerah kepala dan leher.
Lesi ini ditandai oleh fase
pertumbuhan proliferatif yang berlangsung 6 – 10 bulan dan fase involusi dengan
regresi hemangioma yang lambat. Hampir 50% lesi hilang pada usia 5 tahun dan
90% pada usia 10 tahun. Klasifikasi hemangioma:
1. Hemangioma intradermal (port wine hemangioma/stain/nevus),
merupakan pelebaran pembuluh darah dermis yang letaknya superfisial, dengan
dinding pembuluh darah dibentuk oleh sel endiletium dewasa sehingga resisten
terhadap radiasi. Lesi merah kebiruan terutama di kepala dan leher, rata dengan
permukaan kulit, jarang regresi spontan kesuali salmon patches (eritema nuthe)
2. Kapler (strawberry hemangioma, involiting hemangioma
of in fancy, nevus hipertrophy , infantile mixed cavernoves hemangioma),
merupakan pelebaran pembuluh darah dibawah epidermis (papillar layer) masih
dalam dermis dengan dinding pembuluh darah dibentuk oleh sel endotelium
embrional sehingga sensitive terhadap radiasi. Lesi merah dimana – mana
terutama dikepala dan leher yang muncul di pemukaan kulit yang bersifar
progresif. Jenis hemongioma ini terdiri dari nevus simplek atau necus buah
arbai dan nevus flameus. Nevus simplek bila sudah terbentuk tampak seperti buah
arbei menonjol, berwarna merah cerah dengan cekungan kecil. Perkembangan
dimulai dengan titik kecil pada waktu lahir, membesar cepat dan menetap pada
usia kira – kira 8 bulan. Kemudian akan mengalami regresi spontan dan menjadi
pusat karena fibrosis setelah usia 1 tahun. Proses regresi berjalan sampai usia
6-7 tahun. Nevus flameus ada sejak lahir, menetap dan rata dengan kulit, kulit
teriritasi karena dapat menonjol di tempat yang teriritasi tersebut.
3. Hemangioma kavernosa, merupakan pelebaran pembuluh
darah subkutis yang kadang – kadang invasi ke fasia dan otot membentuk rongga
dengan dinding pembuluh darah yang dibentuk oleh sel endotelium dewasa.
Kelainannya berada dijaringan yang lebih dalam dari dermis. Dari luar tampak
sebagai tumor kebiruaan yang dapat dikempeskan dengan penekanan tetapi menonjol
kembali setelah tekanan di lepaskan. Hemangioma ini dapat mengalami regresi
spontan, malah sering progresif. Jenis kavernosa ini dapat meluas dan menyusup
kejaringannya. Jaringan diatas hemangioma dapat mengalami iskemia sehingga
mudah rusak oleh iritasi. Misalnya didaerah perinium dan menimbulkan tukak yang
sulit sembuh dan kadang berdarah.
4. Hemangioma campuran, jenis ini terdiri atas campuran
antara jenis kapiler dan jenis kavernosum. Gambaran klinisnya juga terdiri atas
gambaran kedua jenis tersebut sebagian besar ditemukan pada ekstremitas
inferior, biasanya unilateral, soliter, dapat terjadi sejak lahir atau masa
anak – anak. Lesi berupa tumor yang lunak berwarna merah kebiruan yang kemudian
pada perkembangannya dapat memberi gambaran keratotik dan verukosa.
Penatalaksanaan
masalah ini menggunakan pendekatan:
1. Konservatif
Ø Ditunggu regresi (<5-6 tahun) untuk hemangioma buah
arbei. Tindakan pemasangan pembalut elastis dengan sedikit penekanan secara
terus menerus. Tindakan ini membantu mempercepat proses pemulihan.
Ø Kamuflase dengan krem pewarna.
Ø Penyuntikan sclerosing agent. Untuk anak kecil
sebaiknya menggunakan narkosa sebelum dipasang jahitan utuk tie over. Cara
penyuntikan sclerosing agent:
v Lakukan aspirasi untuk memastikan suntikan masuk
kedalam rongga rongga. Tandanya adalah ketika aspirasi keluar darah.
v Suntikan sclerosing agent dan tangan yang lain
memegang kassa menekan bagian atas tumor.
v Pasang sufratur dan kassa lembab untuk tie over.
v Lakukan pembalutan dengan perban elastis.
2. Overatif. Pendekatan ini dipilih untuk indikasi :
Ø Recurrent bleeding
Ø Ulserasi yang sulit sembuh dengan terapi biasa
Ø Hemangioma yang disebabkan oleh flebolit
Ø Lesi setelah > 1 tahun tidak menunjukan pertumbuhan
dan tidak ada tanda tanda regresi
Ø Lesi > 2 tahun menunjukan progresivitas
Ø Lokasi khusus : mulut, jalan nafas, sekitar mata, dan
perinium
Ø Kadang – kadang diperlukan embolisasi preoperatif
untuk mengecilkan tumor
3. Terapi lain
Ø Radiasi bukan merupakan pilihan, karena menyebabkan
gangguan pertumbuhan tulang, komplikasi dermatitis, fibrositis kulit sehat di
sekitar, atau degenerasi maligna
Ø Steroid dapat di gunakan untuk rapid enlarging
hemangioma
Ø
Terapi
laser
C.
Ikterik
Ikterik atau ikterus adalah menguningnya sklera, kulit, atau jaringan lain akibat penimbunan bilirubin dalam tubuh. Ikterik atau ikterus pada bayi baru lahir terdapat pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan.
Klasifikasi:
1. Ikterus fisiologis: ikterus yang timbul pada hari
kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis. Kadarnya tidak melewati
kadar yang membahayakan.
2. Ikerus patologis: ikterus yang mempunyai dasar
patologis atau kadar bilirubin mencapai suatu nilai yang disebut
hiperbilirubinemia.
Ikterus
dapat dicegah dengan:
1. Pengawasan antenatal yang baik
2. Tindakan menghindari obat yang dapat meningkatkan
ikterus pda bayi selama masa kehamilan dan kelahiran (misalnya surfafurazol,
novobiosin).
3. Penanganan asfiksia dan trauma persalinan yang tepat.
4. Pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi baru lahir dengan ASI
5. Pencegahan infeksi.
Penatalaksanaan ikterus
fisiologis dengan minum ASI dini dan sering. Bayi yang pulang sebelum 48 jam,
diperlukan pemeriksaan ulang dan kontrol lebih cepat terutama bila tampak
kuning. Ikterus yang patologis diatasi dengan terapi sinar dan transfusi tukar.
D. Muntah dan Gumoh
1.
Muntah
Muntah adalah proses refleks yang sangat terkoordinasi
yang mungkin didahului oleh peningkatan air liur. Muntah pada bayi merupakan
gejala yang sering sekali dijumpai dan dapat terjadi pada berbagai kondisi.
Muntah dapat merupakan gejala penyakit ringan atau penyakit berat. Sifat
muntah:
a. Keluar cairan terus-menerus, kemungkinan disebabkan
oleh obstruksi esofagus.
b. Muntah proyektil, kemungkinan disebabkan oleh stenosis
pilorus
c. Muntah hijau kekuningan, kemungkinan disebabkan oleh
obstruksi dibawah ampula vateri.
d. Muntah segera ketika lahir dan menetap, kemungkinan
disebabkan oleh tekanan intrakranial tinggi atau obstruksi usus.
Penyebab
muntah
a. Dalam masa neonatus. Kelainan kongenital saluran
pencernaan, paralisis palatum, atresia esofagus, kalasia, akalasia, iritasi
pada lambung (mekonium, amnion, darah)
b. Setelah masa neonatus. Pada masa ini penyebab muntah
makin banyak dan semakin sulit. Diagnosis perlu mempertimbangkan :
1) Faktor psikogenetik
2) Faktor infeksi, apendisitis, peritonitis,
divertikulitis, adenitis mesentrial, infeksi traktus akut, hepatitis
3) Faktor lain : invaginasi, kelainan intrakranial,
kelainan endokrin, epidemik vomitis, cycling vomiting, refleks.
Muntah dapat mengakibatkan kehilangan cairan tubuh
atau elektrolit sehingga dapat terjadi dehidrasi. Bila tadak mau makan dan
minum, akan terjadi ketosis. Ketosis akan menyebabkan asidosis yang akhirnya
dapat menjadi syok. Bila muntah sering dan hebat, akan terjadi ketegangan otot
dinding perut, perdarahan konjungtiva, rupture esofagus, infeksi mediastinum,
aspirasi muntah, jahitan terlepas pada penderita pasca operasi dan timbul
perdarahan. Penatalaksanaan muntah adalah :
a. Kaji faktor penyebab
b. Obati sesuai penyebabnya
c. Beri suasana tenang
d. Perlakukan bayi atau anak ddengan baik dan hati – hati
e. Beri diet yang sesuai dan jangan beri makanan yanng
merangsang
f. Kaji sifat muntah
g. Bila ada kelainan yang sangat penting, segera lapor
atau rujuk kerumah sakit.
2.
Gumoh
Regurgitasi atau gumoh
adalah keluarnya susu yang telah ditelan ketika atau beberapa saat setelah
meminum susu botol atau menyusu dan dalam jumlah yang sedikit. Penyebabnya
adalah anak atau bayi sudah kenyang, posisi anak atau bayi saat menyusui yang
salah, posisi botol yang salah, atau tergesa – gesa waktu menyusu.
Regurgitasi yang tidak berlebihan
merupakan keadaan yang normal, terutama pada bayi muda di bawah 6 bulan.
Penatalaksanaannya dengan memperbaiki posisi botol pada saat menyusu, setelah
makan atau minum usahakan anak bersendawa, bayi atau anak yang menyusu pada ibu
harus dengan bibir yang mencakup rapat pada puting susu ibu.
E.
Oral Trush
Oral Trush adalah infeksi jamur yang terjadi pada area hangat dan basah yang ditandai dengan bercak-bercak membran berwarna putih, menimbul, mirip sisa-sisa susu di selaput lendir bibir, lidah, palatum, dan faring. Mula-mula dianggap endapan susu, tetapi apabila dipaksa diangkat akan menyebabkan bayi malas menyusu karena terasa agak nyeri.
Dalam hal ini diagnosis dapat
dipastikan dengann melakukan pemeriksaan mikroskop langsung dan biakan kerokan
mukosa terkait. Infeksi
pada neonatus ini dapat sembuh spontan dengan pengobatan 1ml larutan nistatin
(100.000 unit/ml) yang di berikan 4 kali sehari dengan interval 6 jam. Obat ini
akan membatasi penyebaran penyakit hanya diruang perawatan bayi serta
menghindari infeksi berkepanjangan yang kadang-kadang terjadi. Larutan tersebut
hendaknya ditaruh dengan lembut dan hati-hati kedalam mulut sehingga mendapat
kesempatan untuk menyebar luas diseluruh rongga mulut sebelum ditelan.
Pencegahan oral trush adalah dengan membersihkan dan mengeringkan segera daerah
mulut bayi dan sekitarnya setiap selesai menyusu serta menjaga kebersihan ibu
dan bayinya.
F.
Diaper Rush
Diaper rush terjadi akibat kontak kulit yang terus menerus dengan lingkungan yang tidak baik, diaper rush disebut juga ruam popok. Ruam popok adalah masalah yang amat lazim dan perlu perhatian agar daerah popok tetap bersih dan kering sehingga ruam tidak berkembang. Ganti popok setiap popok menjadi basah atau kotor. Seka daerah kemaluan dengan bagian popok yang bersih lalu oleskan losion bayi, sebelumnya keringkan dengan lembut.
Suatu zat bernama urea selalu
terdapat pada air seni dan di ubah menjadi amonia oleh bakteri yang biasa di
temukan pada kulit bayi dan mengkontaminasi popok yang basah dan kotor. Amonia
mengiritasi kulit, menyebabkan ruam popok jika mengenai kulit untuk jangka
waktu tertentu. Ruam popk dapat berubah dari kemerah-merahan dan lecet ringan
menjadi radang dengan kulit pecah-pecah. Bayi yang mendapat susu botol lebih
mudah terkena ruam popok karena bakteri bertahan hidup pada suatu medium alkali
yang terdapat pada feses bayi tersebut. Tanda dan gejala ruam popok adalah
iritasi terjadi di daerah di lipatan paha, tangan, dan erupsi pada daerah
kontak yang menonjol seperti bokongnya. Penyebab ruam popok:
1. Kebersiahan kulit kurang terjaga
2. Jarang ganti popok setelah buang air kecil
3. Udara/ suhu yang terlalu panas
4. Diare
5. Reaksi kontak terhadap karet, plastik, deterjen
Penatalaksanaan
ruam popok adalah:
1. Gunakan popok sekali pakai tanpa pemutih. Ada popok
yang di buat dengan menggunakan proses pemutihan yang mengeluarkan racun
dioksin.
2. Gunakan popok secara teratur, jangan biarkan bayi
terbaring dengan popok basah.
3. Letakkan pelapis popok sekali pakai satu muka di sisi
kulit bayi anda. Ini memungkinkan urine langsung keluar untuk di serap oleh popok
yang ada di bawah sehingga kulit tetap kering.
4. Jaga agar bokong bayi tetap kering dan bersih.
5. Usahakan bokong bayi terbuka agar terkena angin setiap
kali mengganti popok
6. Hindari kulit menjadi pecah-pecah, gunakan krim khusus
pencegah ruam popok. Selain itu jangan gunakan celana plastik karena celana ini
membuat urine kontak dengan kulit dan membatu terbentuknya amonia
7. Hindari mencuci bokong bayi dangan sabun dan air.
Sabun dapat mengering di kulit dan menyebabkan kulit pecah-pecah.
8. Untuk melindungi kulit, gunakan hanya losion bayi atau
krim ruam popok. Hindari menggunakan krim antiseptik yang di jual bebas karena
dapat menimbulkan iritasi.
9. Jaga kebersihan, ganti popok sesering mungkin, jaga
suhu bayi.
10. Jaga agar tidak terkena air, tetap terbuka dan tetap kering.
11. Bersihkan dengan kapas halus dan minyak (baby oil)
12. Segera bersihkan bila anak berkrmih atau buang air
besar.
13. Atur posisi tidur agar tidak menekan luka
14. Jaga kebersihan kulit dan tubuh, kebersihan pakaian
15. Bilas bekas perianal setelah berkemih atau defekasi.
G.
Seborrhea
Seborrhea adalah sebum lemak yang berlebihan, terjadi pada 3 bulan pertama kehidupan. Gejala klinisnya beruparuam merah mengelupas pada kulit kepala, alis mata, lipatan leher, ketiak, lipatpaha dan daerah popok. Penyakit menetap selama beberapa minggu sampai beberapa bulan, kemudian sembuh dengan spontan, jarang menimbulkan gejala.
Penatalaksanaan
gangguan ini dengan menggunakan emolien (krem berair) atau hidrokortison 0,5
atau 1%. Kulit kepala diulut dengan minyak, kemudian dikramas dengan sampo
ringan. Jika resisten gunakan asam salisilat 1% dalam krem mengandung air
sebagai keratolitik.
H.
Bisulan
Furunkel/bisul adalah suatu infeksi nekrotik akut folikel rambut atau benjolan yang nyeri pada kulit karena radang terbatas pada kulit jangat dan jaringan bawah kulit yang meliputi mata bisul. Bisul disebabkan oleh bakteri yang masuk kedalam kulit melalui kandung rambut, kelenjar palit, atau kelenjar kringat. Furunkulosis adalah timbulnya segrombolan bisul atau furunkel secara serentak, sering terjadi pada penderita penyakit gula (diabetes melitus).
Penyebab furunkulosis adalah
stafilokokus. Tetapi epidemik furunkolosis disebabkan oleh strain khusus
stafilokokus. Gejalanya sering berat tetapi sebentar dan tidak ditemukan faktor
predisposisi. Bisul menimbulkan demam dan terasa sangat nyeri sebelum
terbentuknya nanah. Setelah nanah terbentuk, nyeri akan berkurang. Setelah
cukup matang bisul akan pecah dan nanah serta darah mengalir nanah bisul berisi
kuman, dan dapat menulari kulit lain. Gejala awal adalah penderita akan merasa
gatal, lesi menjadi nyeri bila ditekan atau diusap selama proses supurasi, lesi
terasa sakit sekali.
Tanda-tanda timbulnya peradangan
adalah folikuler kecil dan merah yang cepat bertambah besar dan membentuk suatu
tonjolan berbentuk kerucut dan terasa keras dan dikelilingi oleh bagian yang
memerah. Ketika supurasi yang terjadi, timbul pustuladan kemudian edema, dan
rongga terisi oleh jaringan granilasi. Area yang bisa terkena adalah wajah
terutama bibir atas, hidung, kuduk, punggung, ketiak, badan, dan paha.
Furunkulosis merupakan abses folikel rambut, biasanya rambut vellus. Nekrosis
dengan kerusakan folikel sering terjadi sesudah abses perifolikuler.
Comments
Post a Comment