
PERUBAHAN SISTEM KARDIOVASKULER
PADA MASA NIFAS
Dari masa kehamilan, persalinan
dan nifas tentunya akan mengalami perbedaan dan perubahan fisiologis pada sistem-sistem
yang terjadi di dalamnya, salah satunya adalah perubahan kadiovaskuler. Mengingat
adanya perubahan itulah maka penyusun membuat makalah yang membahas tentang perubahan
sistem kardiovaskuler pada masa kehamilan
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR
ISI .................................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang......................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ................................................................................ 2
C.
Tujuan
Penulisan................................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kardiovaskuler......................................................................... 3
B.
Perubahan Sistem Kardiovaskuler
Masa Nifas......................................... 4
C.
Macam-Macam
Perubahan Sistem Kardiovaskuler Masa Nifas.............. 6
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan ................................................................................................ 9
B.
Saran ......................................................................................................... 9
Daftar Pustaka.................................................................................... 10
BAB
I
Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan rangkaian
dalam satu kesatuan yang dimulai dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi ibu
terhadap nidasi, pemeliharaan kehamilan, perubahan endokrin sebagai persiapan menyongsong
kelahiran bayi dan persalinan dengan kesiapan untuk memelihara bayi.
Dalam menjalani proses kehamilan tersebut, ibu
hamil mengalami perubahan-perubahan anatomi pada tubuhnya sesuai dengan usia kehamilannya.
Mulai dari trimester I, sampai dengan trimester III kehamilan.Perubahan-perubahan
anatomi tersebut meliputi perubahan sistem pencernaan, perubahan sistem perkemihan,
dan perubahan sistem muskuloskeletal.
Dari masa kehamilan, persalinan dan nifas tentunya
akan mengalami perbedaan dan perubahan fisiologis pada sistem-sistem yang terjadi
di dalamnya, salah satunya adalah perubahan kadiovaskuler. Mengingat adanya perubahan
itulah maka penyusun membuat makalah yang membahas tentang perubahan sistem kardiovaskuler
pada masa kehamilan.
Selama kehamilan volume
darah normal digunakan untuk menampung aliran darah yang meningkat, yang diperlukan
oleh plasenta dan pembuluh darah uterin. Penarikan kembali esterogen menyebabkan
diuresis terjadi, yang secara cepat mengurangi volume plasma kembali pada proporsi
normal. Aliran ini terjadi dalam 2-4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Selama
masa ini ibu mengeluarkan banyak sekali jumlah urin. Hilangnya progesteron membantu
mengurangi retensi cairan yang melekat dengan meningkatnya vaskuler pada jaringan
tersebut selama kehamilan bersama-sama dengan trauma selama persalinan.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah bagaimana Perubahan Sistem Kardiovaskuler Masa Nifas?
C.
Tujuan Penulisan
BAB II
A. Pengertian
Kardiovaskuler
Kardiovaskular adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan jantung dan peredaran darah. Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem
peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. Sistem peredaran darah,
yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem
kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung
oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis
cairan tubuh.
Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru
ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi).
Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal
pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan
masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan.
Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti
urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi
(ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan
tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh. Perubahan fisiologi dan
anatomi berkembang pada banyak system organ dengan terjadinya kehamilan dan persalinan.
Perubahan awal terjadi pada perubahan metabolik oleh karena adanya janin, plasenta
dan uterus dan terutama kenaikan hormon kehamilan seperti progesteron dan estrogen.
Perubahan selanjutnya, pada kehamilan mid trimester adalah perubahan anatomi disebabkan
oleh tekanan akibat berkembangnya uterus.
B.
Perubahan Sistem Kardiovaskuler Masa Nifas
Pada masa nifas,
terjadi perubahan hebat yang melibatkan jantung dan sirkulasi. Perubahan
terpenting pada fungsi jantung terjadi dalam 8 minggu pertama kehamilan.
(cuningham : 2009 : hal 24-25).
Setelah terjadi
diuresis yang mencolok akibat penurunan kadar estrogen, volume darah kembali
kepada keadaan tidak hamil. Jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin kembali
normal pada hari ke-5.
Meskipun kadar
estrogen mengalami penurunan yang sangat besar selama masa nifas, namun
kadarnya masih lebih tinggi daripada normal. Plasma darah tidak begitu
mengandung cairan dan dengan demikian daya koagulasi meningkat. Pembekuan darah
harus dicegah dengan penanganan yang cermat dan penekanan pada ambulasi dini
(Helen farrer : 2001 : hal 227)
Sistem peredaran darah
atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan
zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian
dari homeostasis).
Organ-organ penyusun sistem
kardiovaskuler terdiri atas jantung sebagai alat pompa utama, pembuluh darah, serta
darah. Sistem kardiovaskuler yang sehat ditandai dengan proses sirkulasi yang normal,
apabila sirkulasi terhambat akibat keabnormalan dari organ-organ penyusun sistem
kardiovaskuler ini maka akan dapat menimbulkan berbagai penyakit bahkan bisa mematikan.
Selama kehamilan volume
darah normal digunakan untuk menampung aliran darah yang meningkat, yang diperlukan
oleh plasenta dan pembuluh darah uterin. Penarikan kembali esterogen menyebabkan
diuresis terjadi, yang secara cepat mengurangi volume plasma kembali pada proporsi
normal. Aliran ini terjadi dalam 2-4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Selama
masa ini ibu mengeluarkan banyak sekali jumlah urin. Hilangnya progesteron membantu
mengurangi retensi cairan yang melekat dengan meningkatnya vaskuler pada jaringan
tersebut selama kehamilan bersama-sama dengan trauma selama persalinan.
Pada persalinan pervaginam kehilangan darah sekitar
300 – 400 cc. Bila kelahiran melalui seksio sesarea, maka kehilangan darah dapat
dua kali lipat. Perubahan terdiri dari volume darah (blood volume) dan hematokrit
(haemoconcentration). Bila persalinan pervaginam, hematokrit akan naik dan
pada seksio sesaria, hematokrit cenderung stabil dan kembali normal setelah 4-6
minggu.
Setelah persalinan, shunt
akan hilang dengan tiba-tiba. Volume darah ibu relatif akan bertambah. Keadaan ini
akan menimbulkan beban pada jantung, dapat menimbulkan decompensation cordia
pada penderita vitum cordia. Keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi
dengan timbulnya haemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sediakala,
umumnya hal ini terjadi pada hari 3-5 postpartum.
Volume darah normal yang
diperlukan plasenta dan pembuluh darah uterin, meningkat selama kehamilan. Diuresis terjadi akibat adanya penurunan hormon estrogen, yang dengan cepat mengurangi volume plasma
menjadi normal kembali. Meskipun kadar estrogen menurun selama nifas, namun
kadarnya masih tetap tinggi daripada normal. Plasma darah tidak banyak
mengandung cairan sehingga daya koagulasi meningkat.
Aliran ini
terjadi dalam 2-4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Selama masa ini ibu mengeluarkan banyak sekali jumlah urin.
Hilangnya progesteron membantu mengurangi retensi cairan yang melekat dengan
meningkatnya vaskuler pada jaringan tersebut selama kehamilan bersama-sama
dengan trauma selama persalinan.
Kehilangan
darah pada persalinan per vaginam sekitar 300-400 cc, sedangkan kehilangan
darah dengan persalinan seksio sesarea menjadi dua kali lipat. Perubahan yang terjadi terdiri dari volume darah dan hemokonsentrasi. Pada
persalinan per vaginam, hemokonsentrasi akan naik dan pada persalinan seksio
sesarea, hemokonsentrasi cenderung stabil dan kembali normal setelah 4-6 minggu.
Pasca melahirkan, shunt akan hilang dengan tiba-tiba. Volume darah ibu relatif akan
bertambah. Keadaan ini akan menimbulkan dekompensasi kordis pada penderita vitum cordia. Hal ini dapat diatasi dengan mekanisme
kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi sehingga volume darah kembali
seperti sediakala. Pada umumnya, hal ini terjadi pada hari ketiga sampai kelima
post patum.
C.
Macam-Macam Perubahan
Sistem Kardiovaskuler Masa Nifas
1.
Volume darah
Perubahan volume darah
tergantung pada beberapa faktor, misalnya kehilangan darah selama melahirkan dan
mobilisasi serta pengeluaran caira ekstravaskuler (edema fisiologis). Kehilangan
darah merupakan akibat penurunan volume darah total yang cepat, tetapi terbatas.
Setelah itu terjadi perpindahan normal cairan tubuh yang menyebabkan volume darah
menurun dengan lambat. Pada minggu ke 3 dan ke 4 setelah bayi lahir volume darah
biasanya menurun sampai mencapai volume darah sebelum hamil.
Pada persalinan pervaginam
kehilangan darah sekitar 300-400 cc. bila kehiran melalui seksio sesaria, maka kehilangan
darah dapat dua kali lipat. Perubahan terdiri dari volume darah dan hermatokrit
(haemoconcentration). Bila perasalinan pervaginan, hematokrit akan naik dan pada
seksio sesaria, hemaktokrit cendrung stabil dan kembali normal setelah 4-6 minggu.
Tiga perubahan fisiologi pascapartum yang melindungi wanita:
a. Hilangnya sirkulasi uteroplasenta yang mengurangi ukuran
pembuluh darah maternal 10% sampai 15%
b. Hilangnya fungsi endokrin plasenta yang menghilangkan stimulus
vasolitasi
c. Terjadinya mobilisasi air ekstravaskuler yang disimpan
selama wanita hamil
2.
Curah Jantung
Denyut jantung, volume
sekuncup, dan curah jantung meningkat sepanjang msa hamil. Segera setelah wanita
melahirkan, keadan ini meningkat bahkan lebih tinggi selama 30 sampai 60 menit karena
darah yang biasaya melintasi sikuir uteroplasenta tiba-tiba kembali kesirkulasi
umum. Nilai ini meningkat pada semua jenis kelahiran.
Setelah terjadi diuresis
yang mencolok akibat penurunan kadar estrogen, volume darah kembali kepada keadaan
tidak hamil. Jumlah sel darah merah dan hemoglobin kembali normal pada hari ke-5.
Meskipun kadar estrogen
mengalami penurunan yang sangat besar selama masa nifas, namun kadarnya masih tetap
lebih tinggi daripada normal. Plasma darah tidak begitu mengandung cairan dan dengan
demikian daya koagulasi meningkat. Pembekuan darah harus dicegah dengan penanganan
yang cermat dan penekanan pada ambulasi dini.
Penarikan kembali esterogen
menyebabkan diuresis terjadi, yang secara cepat mengurangi volume plasma kembali
pada proporsi normal. Aliran ini terjadi dalam 2-4 jam pertama setelah kelahiran
bayi. Selama masa ini ibu mengeluarkan banyak sekali jumlah urin. Hilangnya progesteron
membantu mengurangi retensi cairan yang melekat dengan meningkatnya vaskuler pada
jaringan tersebut selama kehamilan bersama-sama dengan trauma selama persalinan.
Setelah persalinan, shunt
akan hilang dengan tiba-tiba. Volume darah ibu relatif akan bertambah. Keadaan ini
akan menimbulkan beban pada jantung, dapat menimbulkan decompensation cordia pada
penderita vitum cordia. Keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan
timbulnya haemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sediakala, umumnya
hal ini terjadi pada hari 3-5 post partum.
3.
Varises
Varises ditungkai dan
disekitar anus (hemoroid) sering dijumpai pada wanita hamil. Varises, bahkan varises
vulva yang jarang dijumpai, dapat mengecil dengan cepat setelah bayi lahir. Operasi
varises tidak dipertimbangkan selama masa hamil. Regresi total atau mendekati total
diharapkan terjadi setelah melahirkan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masa nifas adalah
masa setealah lahirnya hasil konsepsi sampai pulihnya organ reproduksi seperti sebelium
hamil, pada masa ini banyak terjadi perubahan yang di alami oleh wanita postpartum
pada sistem endokrin terjadi perubahan peningkatan dan penurunan hormon–hormon,
pada sistem kardiovaskuler terjadi perubahan pada volume darah dan curah jantung
Perubahan-perubahan
tersebut ada yang bersifat fisiologis dan patologis. Oleh karena itu, tenaga kesehatan
terutama bidan harus memehami perubahan-perubahan tersebut agar dapat memberikan
penjelasan dan intervensi yang tepat kepada pasien.
B. Saran
1. Keluarga
Bagi suami maupun keluarga diharapkan agar lebih
aktif, turut serta dalam menjaga kesehatan ibu. Dan dapat memberikan dukungan
secara psikis maupun moril terhadap ibu yang menghadapi masa post partum. Mendukung
kinerja pemerintah dalam menurunkan AKI.
2. Tenaga kesehatan
Bagi tenaga kesehatan,
khususnya bidan di harapkan agar meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan asuhan kebidanan,
serta lebih peka untuk mengidentifikasi tanda bahya dalam persalinan agar dapat
segera di tangani.
DAFTAR PUSTAKA
Anisah, N., dkk. 2009. Perubahan Fisiologi Masa Nifas. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
Rukiyah, A.,
dkk. 2014. Asuhan Kebidanan III Nifas. Jakarta. Trans Info Media.
Comments
Post a Comment