
MAKALAH
Pengaruh Pemahaman Diri Terhadap
Proses KIP/K
Memahami diri bertujuan
untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita, apakah persepsi orang lain terhadap
diri kita sama atau tidak. Misal mungkin anda merasa ramah, namun menurut orang
lain anda judes dan lain- lain.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Konsep Memahami Diri Sendiri .......................................................... 2
B. Konsep Komunikasi Interpersonal atau Konseling (KIP/K)................ 3
C. Pengaruh Pemahaman Diri Terhadap KIP/K........................................ 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................... 9
B. Saran .................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Komunikasi
interpersonal adalah interaksi yang dilakukan dari orang ke orang, bersifat dua
arah, bersifat 2 arah baik secara verbal dan nonverbal, dengan saling berbagai informasi
dan perasaan antara individu dengan individu atau antara individu dalam kelompok
kecil. Sedangkan, konseling sendiri adalah suatu proses pemberian informasi objektif
dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan panduann komunikasi interpersoinal,
teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik, bertujuan untuk membantu seseorang
mengenali kondisinya saat ini. Masalah yang sedang dihadapi, dan menentukan jalan
keluar atau upaya mengatasi masaslah tersebut.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
konsep memahami diri sendiri?
2.
Bagaimana
konsep komunikasi interpersonal atau konseling (kip/k)?
3.
Bagaimana
pengaruh pemahaman diri terhadap kip/k?
C. Tujuan Penulisan
1.
Untuk
mengetahui konsep memahami diri sendiri
2.
Untuk
mengetahui konsep komunikasi interpersonal atau konseling (kip/k)
3.
Untuk
mengetahui pengaruh pemahaman diri terhadap kip/k
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep Memahami Diri Sendiri
1.
Pengertian
Memahami
diri bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita, apakah persepsi
orang lain terhadap diri kita sama atau tidak. Misal mungkin anda merasa ramah,
namun menurut orang lain anda judes dan lain- lain. Pemahaman diri meliputi pengetahuan
tentang siapa aku, aku kelemahanku, bagaimana perasaanku, apa keinginanku dsb. Kita
perlu memahami diri kita agar apa yang menjadi diri kita agar apa yang menjadi potensi
dari dalam diri kita pertahankan atau bahkan kita tingkatkan dan apa yang menjadi
kelemahan dan kekurangan kita bisa kita rubah atau kita tutupi, agar menjadi lebih
baik, sehingga hal ini akan mengantar kita kearah kesuksesan.
Pemahaman
diri diperlukan dengan tujuan
mengetahui dan mengenal diri sendiri, apakah mempunyai persepsi yang sama dengan
orang lain. Pemahaman diri meliputi
a. kesadaran diri
b. klarifikasi nilai
kebutuhan klien harus
selalu diutamakan, bidan sebaiknya mengklarifikasi nilai agar tidak mempengaruhi
keberhasilan hubungan antara bidan dengan klien. Dengan menyadari system nilai yang
dimiliki bidan (misal : kepercayaan, seksual, dan ikatan keluarga), bidan akan siap
mengidentifikasi situasi yang bertentangan dengan system nilai yang dimiliki.
c. eksplorasi perasaan
bidan perlu terbuka dan
sadar terhadap perasaannya dan mengontrolnya agar dapat menggunakan dirinya secara
terapeutik., jika bidan terbuka kepada klien, bidan akan mendapatkan dua informasi
penting yaitu bagaimana responnya pada klien dan bagaimana penampilannya pada klien.
d. kemampuan menjadi model.
Bidan
yang mempunyai masalah pribadi, seperti hubungan interpersonal yang terganggu, akan
mempengaruhi hubungannya dengan klien.BIdan perlu memahami bagaiman menghadapi kecemasan,
kemarahan, kesedihan , kegembiraan klien. Bidan harus tahu bagaimana dirinya sendiri
bersikap, apakah mudah cemas atau mudah tersinggung, sehingga bidan tahu keterbatasan
diri sewaktu melayani klien.
B.
Konsep Komunikasi Interpersonal atau Konseling (KIP/K)
1. Pengertian
Komunikasi interpersonal adalah interaksi yang dilakukan
dari orang ke orang, bersifat 2 arah baik secara
verbal maupun non verbal, dengan saling berbagi informasi dan perasaan antara individu
dengan individu atau antar individu dalam kelompok kecil.
Konseling adalah proses pemberian informasi obyektif dan
lengkap, dilakukan secara sistematik dengan panduan komunikasi interpersonal, teknik
bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik, bertujuan untuk membantu seseorang
mengenali kondisinya saat ini, masalah yang dihadapi, dan menentukan jalan keluar
atau upaya mengatasi masalah tersebut.
Suatu komunikasi interpersonal belum tentu suatu konseling
tetapi setiap konseling merupakan komunikasi interpersonal.
a. Konseling merupakan
bentuk percakapan wawancara
Wawancara sebagai alat pengumpul data digunakan untuk mendapatkan
informasi yang berkenaan dengan pendapat, aspirasi, harapan, keinginan, keyakinan
dan lain-lain dari individu atau responden.konseling merupakan salah satu bentuk
wawancara.
b. Perbedaan wawancara
dan kuesioner
Apabila pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang diberikan
dilakukan secara lisan, maka
disebut wawancara. Bila pertanyaan yang diajukan dan jawabannya diberikan secara
tertulis disebut kuesioner.
1)
Kelebihan wawancara
-
Pertanyaaan lebih bebas dan mendalam
-
Hubungan dapat dibina lebih baik sehingga responden lebih
bebas menggunakan pendapatnya
-
Dapat direkam dan lebih lengkap
-
Sifat data primer
-
Dapat mengklarifikasi yang tidak jelas
-
Banyak digunakan dalam penelitian sosial dan pendidikan
2) Jenis wawancara
-
Terstruktur : jawaban telah dipersiapkan, ada alternatif
jawaban. Keuntungan mudah diolah dan dianalisis.
-
Tak terstruktur : tidak perlu menyiapkan jawaban, klien
bebas menjawab. Informasi lebih padat dan lengkap. Sulit dianalisis karena jawaban
aneka ragam perlu pengkategorian.
3) Tips wawancara
yang efektif
-
Ciptakan suasan terbuka
-
Jangan memotong pembicaraan
-
Berikan perhatian
-
Jangan bersifat evaluatif
-
Tenggang rasa atau bijaksana
2. Pengetahuan,
keterampilan, sikap yang dimiliki konselor
Perilaku
seseorang dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu aspek kogniktif, aspek psikomotor dan
aspek afektif (perasaan, sifat, sikap). Pengetahuan yang harus dimiliki Bidan tidak
hanya pengetahuan kebidanan saja tapi dalam semua bidang ilmu. Antara lain pengetahuan
tentang psikologis, kesehatan reproduksi, kebidanan dan kandungan, keluarga berencana,
kesehatan neonatus, bayi dan balita, ilmu sosial budaya, pengetahuan tentang hubungan
antar manusia, komunikasi interpersonal, pengetahuan tentang konseling dan sebagainya.
Keterampilan
yang perlu dimiliki Bidan tentunya semua keterampilan yang sesuai dengan kompetensi
Bidan yaitu ada sembilan kompetensi Bidan. Dalam komunikasi dan konseling keterampilan
yang harus dapat dikuasai Bidan adalah keterampilan dalam melakukan komunikasi antara
lain : terampil dalam membantu memecahkan masalah yang dihadapi klien, terampil
dalam melakukan komunikasi interpersonal, terampil dalam menggunakan alat bantu
visual untuk pemberian informasi, terampil dalam mengatasi masalah genting yang
dihadapi klien, terampil membantu klien mengambil keptusan dan sebagainya.
Adapun
sikap yang sebaiknya dimiliki bidan adalah mempunyai motivasi yang tinggi untuk
membantu orang lain, bersikap ramah, sopan santun, menerima klien apa adanya, empati
terhadap klien membantu dengan ikhlas, terbuka terhadap pendapat orang lain.
Menurut
Carl Rogers agar konseling efektif ada 3 kualitas diri (sikap) yang sebaiknya dimiliki
oleh konselor yaitu :
a. Empati : memandang dengan kerangkah pikir klien, berusaha
memahami dan berpikir bersama klien.
b. Otentik : konselor tahu perasaannya sendiri, memahami diri
sendiri, yang dialami dan dirasakan selaras, tidak berpura – pura.
c. Unconditional Positif Regart atau Acceptance : menerima
klien apaa adanya, tanpa syarat, menghargai dan menghormati.
Perilaku bidan dalam melaksanakan
tugas sebagai komunikator maupun konselor dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu :
a. Pengetahuan (Kognitif), meliputi pengetahuan tentang
: Kesehatan, Ilmu kebidanan dan kandungan; Masalah yang berhubungan dengan kehamilan,
persalinan dan pasca; Persalinan dan upaya pencegahan serta penatalaksanaanya; Keyakinan
akan adat isitiadat, norma tertentu; Hubungan antar manusia; dan Psikologi
b. Ketrampilan (Psikomotorik), meliputi keterampilan
dalam : Membantu proses persalinan dan berbagai masalah kesehatan; Menggunakan alat-alat
pemeriksaan tubuh klien; Menggunakan alat bantu visual untuk membantu pemberian
informasi kepada klien; Mengatasi situasi genting yang dihadapi klien; dan Membuat
keputusan
c. Sikap (Afektif), antara lain : Mempunyai motivasi tinggi
untuk menolong orang lain; Bersikap ramah, sopan , dan santun; Menerima klien apa
adanya; Berempati terhadap klien; Membantu dengan tulus; Terbuka terhadap pendapat
orang lain.
3. Faktor
Penghambat KIP/K
a.
Faktor individual
Faktor individual yang meliputi faktor fisik sangat mempengaruhi
kelancaran komunikasi atau
konseling. Faktor fisik tersebut meliputi : kepekaan pancaindera, usia, gender.
faktor ssosial juga mempengaruhi proses KIP/K, yang meliputi :
1) sejarah keluarga
dan relasi, sejarah keluarga dan relasi yang baik akan mempermudah proses konseling,
2) Jeringan social,
orang yang punya wawasan dan pergaulan luas akan lebih mudahuintuk melakukan komunikasiinterpersonal
dibandingkan yang jarana bersosialisasi,
3) Peran dalam masyarakat,
status social, peran social. Orang yang punya peran dan status sosial tinggi di
masyarakatakan disegani dan nasehatnya akan dituruti oleh masyarakat.
b. Faktor yang berkaitan
dengan interaksi
1)
Tujuan dan harapan terhadap komunikasi
Hal ini dapat terjadi pada konselor yang memberikan konseling
tidak sesuai dengan kebutuhan klien, maka
pesan yang disampaikan tidak akan didengar atau diperhatikan oleh klien karena tidak
sesuai dengan harapannya.
2) Sikap terhadap
interaksi
Sikap yang teruka dan bersahabat sanagt mendukung komunikasi,
sebaliknya orang tertutup akan sulit untukl berkomunikasi.
3)
Pembawaan diri seseorang terhadap orang lain
Pembawaan diri seseorang sangat mempengaruhi komunikasi.
Cobalah untuk selalu bersikap bersahabat, hangat dan tidak menggurui maka komunikasipun
akan berjalan lancar.
4)
Sejarah hubungan
Sejarah hubungan adalah sesuatu yang telah lampau tetapi
akan berpengaruh di masa sekarang maupun masa depan. Orang yang memiliki hubungan
yang kurang harmonis di masa lalu apabila bertemu kembali akan terlihat canggung.
c. Faktor situasional
Situasi selama melakukan komunikasi akan mempengaruhi keberhasilan
komunikasi. Lingkungan yang tenang dan terjaga
privasinya akan mendukung proses komunikasi.
d. Kompetensi dalam
melakukan percakapan
Agar komunikasi interpersonal dapat berjalan lancar dan
mendatangkan hasil yang diharapkan, baik komunikator
maupun komunikan perlu memiliki kemampuan dan kecakapan dalam melakukan komunikasi
interpersonal. Kompetensi tersebut meliputi :
1)
Empati adalah kecakapan memahami perasaan dan pengertian
orang lain.
2)
Perspektif sosial adalah kecakapan melihat kemungkinan-kemungkinan
perilaku seseorang yang kita ajak berkomunikasi.
3)
Kepekaan terhadap sesuatu hal dalam KIP/K
4)
Pengetahuan akan situasi dalam melakukan KIP/K
5)
Memonitor diri adalah kemampuan dalam menjaga ketepatan
prilaku dan pengungkapan komunikan.
6)
Kecakapan dalam tingkah laku antara lain keterlibatan dalam
interaksi.
C.
Pengaruh Pemahaman Diri Terhadap KIP/K
Pentingnya
pemahaman diri adalah karena Bidan bekerja dengan melibatkan banyak aspek, orang
dan kondisi. Bidan perlu memahami bahwa setiap orang mempunyai bio- psiko-sosial-spritual
yang berbeda. Sehingga perlu pemahaman diri untuk menghadapi orang dengan berbagai
karakteristik. Bidan harus mampu memahami untuk bisa menghadapi kecemasan, kemarahan,
kesedihan dan kegembiraan klien. Bidan harus mengetahui bagaimana dia harus mengambil
sikap, dan ini bisa menghindarkan dari hal- hal yang tidak diinginkan. Bayangkan
apabila Bidan sendiri tidak memahami dirinya, dia tidak tahu bisa mengendalikan
diri, misalnya Bidan yang mudah marah, maka apabila dia mendapatkan pasien yang
memberikan pendapat lain tentang keadaan yang dialaminya, maka Bidan tidak akan
mampu mengendalikan emosinya sehingga pertengkaran akan terjadi sehingga memperkeruh
suasana. Bidan harus mengetahui bagaimana dia harus mengambil sikap, dan ini bisa
menghindarkan dari hal – hal yang tidak diinginkan.
Bayangkan
apabila bidan sendiri tidak memahami dirinya, dia tida tahu kelemahannya, dan tidak
bisa mengendalikan diri, misalkan bidan yang mudah marah, maka apabila dia mendapatkan
pasien yang memberikan pendapat lain tentang keadaan yang dialaminya, maka bidan
tidak akan mampu mengendalikan emosinya sehingga pertengkaran akan terjadi sehingga
memperkeruh suasana. Lain halnya jika bidan tersebut sudah memahami bahwa dirinya
mudah marah, maka dia akan berusaha untuk meredam kemarahannya dan pendapat klien
akan di sikapi sebagai tukar pendapat semata. Bidan yang kurang memahami diri sendiri
kemungkinan akan sulit memahami apa yang di alami klien, sehingga bidan tidak akan
bisa berkomunikasi dengan baik, karena ada sikap tidak bisa menerima klien apa adanya.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pentingnya pemahaman diri
terhadap proses KIP/K adalah karena Bidan bekerja dengan melibatkan banyak aspek,
orang dan kondisi. Bidan perlu memahami bahwa setiap orang mempunyai bio- psiko-sosial-spritual
yang berbeda. Sehingga perlu pemahaman diri untuk menghadapi orang dengan berbagai
karakteristik. Bidan harus mampu memahami untuk bisa menghadapi kecemasan, kemarahan,
kesedihan dan kegembiraan klien. Bidan harus mengetahui bagaimana dia harus mengambil
sikap, dan ini bisa menghindarkan dari hal- hal yang tidak diinginkan. Bayangkan
apabila Bidan sendiri tidak memahami dirinya, dia tidak tahu bisa mengendalikan
diri, misalnya Bidan yang mudah marah, maka apabila dia mendapatkan pasien yang
memberikan pendapat lain tentang keadaan yang dialaminya, maka Bidan tidak akan
mampu mengendalikan emosinya sehingga pertengkaran akan terjadi sehingga memperkeruh
suasana. Bidan harus mengetahui bagaimana dia harus mengambil sikap, dan ini bisa
menghindarkan dari hal – hal yang tidak diinginkan.
B.
Saran
Pengetahuan
akan pentingnya pemahaman diri terhadap proses KIP/K menjadi hal yang harus
dikuasai bidan. Karena jika bidan sendiri tidak memahami dirinya, dia tida tahu
kelemahannya, dan tidak bisa mengendalikan diri, misalkan bidan yang mudah marah,
maka apabila dia mendapatkan pasien yang memberikan pendapat lain tentang keadaan
yang dialaminya.
DAFTAR PUSTAKA
Tyas
Siti dan Tim. 2008. Dalam Pelayanan Kebidanan. Yogyakarta:Fitramaya
Yulifah
Rita. 2009. Komunikasi dan Konseling dalam Kebidanan.Jakarta:Selemba Medika
Comments
Post a Comment