Konsep Dasar Asam Basa

Asam di definisikan
sebagai zat yang dapat memberikan ion H+ ke zat lain (disebut
sebagai donor proton) sedangkan basa adalah zat yang dapat menerima ion H+
dari zat lain (disebut sebagai akseptor proton).
Oleh karena itu reaksi asam
basa adalah suatu reaksi pelepasan dan penerimaan proton. Keseimbangan asam
pada tingkat molekular umumnya berhubungan dengan asam lemah dan basa lemah, begitu
pula pada tingkat konsentrasi ion H+ atau ion OH yang sangat rendah.
Hidrogen (H+) dan ion hidrokosil (OH). Asam adalah substansi yang
berisi ion hidrogen ysng dapat dibebaskan. Sementara itu basa adalah substansi
yang dapat menerima ion hidrogen. Satuan pengukur yang digunakan untuk
menggambarkan keseimbangan asam-basa adalah “PH” rentang ph berkisar 1-14. pH
netral adalah 7, contohnya air murni. Jika ion hidrogen bertambah, larutan
tersebut akan bersifat basa (pH > 7). Plasma darah normalnya bersifat
basa-ringan dengan pH 7.35-7,45. Asidosis adalah kondisi yang ditandai dengan
berlebihnya proporsi ion hidrogen didalam cairan ekstrasel dengan pH <7,35.
Untuk mempertahankan pH yang normal, ion hidrogen diatur melalui sistem bufer,
mekanisme pernapasan, sserta mekanisme ginjal bila upaya tersebut gagal dan pH
darah <6,8 atau >0,0 dapat terjadi kematian.
1.
Gangguan Keseimbangan
Asam-Basa
Keseimbangan asam basa adalah keseimbangan ion hidrogen. Walaupun produksi
akan terus menghasilkan ion hidrogen dalam jumlah sangat banyak, ternyata
konsentrasi ion hiidrogen dipertahankan pada kadar rendah 40 + 5 nM atau pH
7,4. Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimis yang penting dari darah dan
cairan tubuh lainnya. Satuan derajat keasaman adalah pH. Klasifikasi pH yaitu
pH 7,0 adalah netral, pH diatas 7,0 adalah basa (alkali), pH di bawah 7,0
adalah asam. Suatu asam kuat memiliki pH yang sangat rendah (hampir 1,0).
Sedangkan suatu basa kuat memiliki pH yang sangat tinggi (diatas 14,0). Darah
memiliki pH antara 7,35-7,45. Keseimbangan asam-basa darah dikendalikan secara
seksama, karena perubahan pH yang sangat kecil pun dapat memberikan efek yang
serius terhadap beberapa organ. Pada dasarnya, keseimbangan asam-basa mengacu
pada pengaturan ketat konsentrasi ion hidrogen (H+) bebas di dalam
cairan tubuh. Secara umum, keseimbangan asam-basa digambarkan dalam reaksi
keseimbangan berikut ini.
CO2 + H2O <-> H2CO3 <-> H+ + HCO3
Reaksi
diatas bersifat reversibel karena dapat berlangsung dalam dua arah, bergantung
pada konsentrasi zat-zat yang terlibat. Asidosis metabolik dan alkalosis
metabolik disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam pembentukan dan pembuangan
asam atau basa oleh ginjal. Asidosis respiratorik atau alkalosis respiratorik
terutama disebabkan oleh penyakit paru-paru atau kelainan pernafasan. Saat
terjadi gangguan keseimbangan asam-basa, tubuh akan berupaya memperbaikinya
melalui suatu sistem regulasi sehat yang disebut kompensasi. Selain melalui
sistem bufer, upaya kompensasi ini dilakukan melalui mekanisme pernapasan dan
mekanisme ginjal. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam keseimbangan asam basa
adalah konsentrasi ion hidrogen [H+], konsentrasi ion bikarbonat
[HCO3], dan PCO2 berikut perbandingan peranan
masing-masing faktor dalam diagnosis gangguan asam basa.
1.
Disebut asidosis, bila konsentrasi H+
meningkat, maka pH turun.
2.
Alkalosis, bila konsentrasi H+ turun, maka pH
naik.
3.
Bila HCO3 berubah secara signifikan dalam
kondisi tersebut, disebut suatu keadaan metabolik.
4.
Bila PCO2 berubah secara signifikan dalam
kondisi tersebut, disebut suatu keadaan respiratorik.
Dari konsep tersebut, didapatkan empat kondisi,
yaitu asidosis metabolik, asidosis respiratorik, alkalosis metabolik, dan
alkalosis respiratorik. Secara umum, gambaran ganggian keseimbangan asam-basa
terlihat pada tabel 18.17.
Tabel 18.17 Gangguan Keseimbangan
Asam Basa
Tingkat Metabolik
|
Tingkat Respiratorik
|
pH serum
|
<7,45
|
>7,45
|
<7,45
|
>7,45
|
POC2
|
Normal, mulai menurun sampai 40 mmHg untuk keseimbangan
|
Normal, mulai naik sampai > 40 mmHg untuk
keseimbangan
|
Meningkat diatas 40 mmHg (karena retensi karbondioksida
yang berlebihan)
|
Menurun sampai 40 mmHg (akobat banyak kehilangan karbon
dioksida)
|
HCO3
|
Menurun sampai dibawah 27 mmHg.
|
Meningkat sampai diatas 27 mmHg.
|
Normal, meningkat sampai lebih dari 27 mmHg untuk kompensasi
|
Normal, menurun sampai kurang dari 27 mmHg untuk
kompensasi.
|
pH urine
|
<6,0
|
>6,0
|
<6,0
|
>6,0
|
2.
Pengaturan Keseimbangan
Asam-Basa
Tubuh menggunakan tiga mekanisme untuk mengendalikan
keseimbangan asam-basa darah yaitu sebagai berikut.
a.
Penyangga pH (sistem bufer)
Bufer menetralisasi kelebihan ion hidrogen, bersifat
temporer, dan tidak melakukan eliminasi. Fungsi utama sistem bufer adalah
mencegah perubahan pH yang disebabkan oleh pengaruh asam fixed dan asam organik
pada cairan ekstraseluler. Sebagai bufer, sistem ini memiliki keterbatasan
yaitu sebagai berikut.
a.
Tidak dapat mencegah perubahan pH di cairan ekstraseluler
yang disebabkan karena peningkatan CO2.
b.
Sistem ini hanya berfungsi bila sistem respirasi dan
pusat pengendali sistem pernapasan bekerja normal.
c.
Kemampuan menyelenggarakan siistem bufer bergantung pada
tersedianya ion bikarbonat.
Ada empat sistem bufer
yaitu:
(1)
Bufer bikarbonat merupakan sistem dapar di cairan
ekstrasel terutama untuk perubahan yang disebabkan oleh nonbikarbonat.
(2)
Bufer protein merupakan sistem dapar di cairan ekstrasel
dan intrasel.
(3)
Bufer hemoglobin merupakan sistem dapar didalam eritrosit
untuk perubahan asam karbonat, dan
(4)
Bufer fosfat merupakan sistem dapar di sistem perkemihan
dan cairan intrasel.
Sistem kimia ini hanya dapat mengatasi ketidakseimbangan
asam-basa sementara. Untuk jangka panjang, kelebihan asam atau basa dikeluarkan
melalui ginjal dan paru-paru sedangkan untuk jangka pendek, tubuh dilindungi
dari perubahan pH dengan sistem bufer. Jika lebih banyak asam yang masuk ke
dalam aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat dan lebih
sedikit karbon dioksida. Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam aliran
darah, maka akan dihasilkan lebih banyak karbon dioksida dan lebih sedikit
bikarbonat.
b.
Sistem ginjal
Untuk mempertahankan keseimbangan asam basa, ginjal
harus mengeluarkan anion asam nonvolatile dan mengganti HCO3 ginjal
mengatur keseimbangan asam basa dengan sekresi dan reabsorpsi ion hidrogen dan
ion bikarbonat. Pada mekanisme pengaturan oleh ginjal ini berperan tiga sistem
bufer asam karbonat.pada mekanisme pengaturan oleh ginjal ini berperan tiga
sistem tiga sistem bufer asam karbonat, bufer fosfat dan pembentukan amonia.
Ion hidrogen, CO2 dan NH3 diekskresi ke dalam lumen
tubulus dengan bantuan energi yang dihasilkan oleh mekanisme pompa natrium di
basolateral tubulus. Pada proses tersebut, asam karbonat dan natrium dilepas
kembali ke sirkulasi untuk dapat berfungsi kembali. Tubulus proksimal adalah
tempat utama reabsorpsi bikarbonat dan pengeluaran asam. Ion hidrogen sangat
reaktif dan mudah bergabung.
Dengan ion bermuatan negatif pada kosentrasi yang
sangat rendah. Pada kadar yang sangat rendah pum, ion hidrogen mempunyai efek
yang besar pada sistem biologi. Ion hidrogen berinteraksi dengan berbagai
molekul biologis sehingga dapat mempengaruhi struktur protein, fungsi enzim,
dan eksitabitas membran. Ion hidrogen sangat penting pada fungsi normal tubuh
misalnya sebagai pompa proton mitokondria pada proses fosforilasi oksidatif
yang mengasilkan ATP. Produksi ion hidrogen sangat banyak karena dihasilkan
terus menerus di dalam tubuh. Prolehan dan pengeluaran ion hidrogen sangat
bervariasi bergantung pada diet, aktivitas, dan status kesehatan. Ion hidrogen
di dalam tubuh berasal dari makanan, minuman, dan prooses metabolisme tubuh. Di
dalam tubuh ion hidrogen terbentuk sebagai hasil metabolisme karbohidrat,
protein, dan lemak, glikolisis anaerobik atau ketogenesis. Kelebihan asam akan
dibuang oleh ginjal, sebagai besar dalam bentuk amonia. Ginjal memiliki
kemampuan untuk mengubah jumlah asam atau basa yang dibuang, yang biasanya
berlangsung selama beberapa hari.
c.
Sistem paru
Paru-paru membantu mengatur leseimbangan asam-basa denga
mengeluarkan karbon dioksida. Karbon dioksida secara kuat menstimulasi pusat
pernafasan. Ketika karbon dioksida dan asam bikarbonat dalam darah meningkat
pusat pernapasan distimulasi sehingga menjadi meningkat. Karbon dioksida
dikeluarkan dan asam karbonat menjadi turun. Apabila bikarbonat berlebih maka
jumlah pernapasan akan diturunkan. Pengaturan pernapasan dan ginjal saling
bekerja sama dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa. Di paru-paru karbon
dioksida bereaksi dengan air membentuk asam karbonat, dan kemudian asam
karbonat akan dipecah di ginjal menjadi hidrogen dan bikarbonat.
Paru-paru ginjal
<->CO2 + H2O
H2CO3 <-> H + HCO3
Asam karbonat
Peran sistem respirasi dalam keseimbangan asam basa
adalah mempertahankan agar POC2 selalu konstan walaupun terdapat
perubahan kadar CO2 akibat proses metabolisme tubuh. Keseimbangan
asam basa respirasi berkantung pada keseimbangan produksi dan ekskresi CO2
bergantung pada fungsi paru. Kelainan ventilasi perfusi sehingga akan terjadi
ketidakseimbangan, ini akhirnya menyebabkan hipoksia maupun retensi CO2
sengga terjadi gangguan keseimbangan asam basa.
Karbon dioksida adalah hasil tambahan penting dari
metabolisme oksigen dan terus menerus yang dihasilkan oleh sel. Darah membawa
karbon dioksida ke paru-paru. Di paru-paru karbon dioksida tersebut dikeluarkan
(diembuskan). Pusat pernapasan di otak mengatur jumlah karbon dioksida yang
diembuskan dengan mengendalikan kecepatan dan kedalaman pernapasan. Jika
pernapasan meningkat, kadar karbon dioksida darah menurun dan darah menjadi
lebih basa. Jika pernapasan menurun, kadar karbon dioksida darah meningkat dan
darah menjadi lebih asam. Dengan mengatur kecepatan Ph darah menit demi menit.
Nilai pH dapat dilihat dari darah arterial dengan rentang normal 7,33-7,45.
Harga normal hasil pemeriksaan laboratorium analis gas darah adalah pH
7,33-7,45, PO2 80-100 mmHg, PCO2 35-45 mmHg, [HCO3]
21-25 mmol/l, base excess (-2)-(+2).
Adanya kelainan pada suatu atau lebih mekanisme
pengendalian pH tersebut, dapat menyebabkan salah satu dari dua kelainan utama
dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis. Jika kadar pH
kurang dari 7,35 disebut asidosis sedangkan jika lebih dari 7,45 disebut
alkalosis.
Comments
Post a Comment