
KONSEP KEPERAWATAN IBU HAMIL
Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung
dan terdiri dari ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan
pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasentadan
tumbuh kembang hasil sampai aterm.
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR .................................................................................. i
DAFTAR
ISI ................................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang........................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ...................................................................................... 2
C.
Tujuan
Penulisan......................................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Kehamilan........................................................................... 3
B. Fisiologi Pertumbuhan Janin....................................................................... 6
C. Tanda Dan Gejala Kehamilan..................................................................... 11
D. Perubahan Fisiologi Pada Kehamilan......................................................... 13
E. Pemeriksaan Ibu Hamil............................................................................... 16
F. Jadwal Pemeriksaan Kehamilan................................................................. 19
G. Konsep Asuhan Keperawatan.................................................................... 19
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan ................................................................................................ 28
Daftar Pustaka.................................................................................... 29
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kehamilan atau disebut juga Gestasi adalah suatu proses/
rangkaian peristiwa baru yang akan
dialami oleh wanita bila sel ovumnya dibuahi oleh sel sperma yang berasal dari
tubuh pria dalam proses reproduksi. Oleh karena itu, ibu yang sedang hamil
dikatakan pula sedang mengandung. Pertanyaan ini dapat pula menimbulkan
pertanyaan, mengandung apa? Jawabannya tidak lain adalah mengandung sel telur
yang telah dibuahi oleh sel mani atau sperma.
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai dengan
lahirnya janin ke dunia luar. Lainnya kehamilan normal adalah 280 hari (40
minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan
dibagi dalam 3 trimaster pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan
kedua dimulai bulan ke 4 sampai bulan ke 6, trimaster ketiga dari bulan ke 7
sampai bulan ke 9.
Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung
dan terdiri dari ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan
pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasentadan
tumbuh kembang hasil sampai aterm.
Kehamilan menyebabkan perubahan fisik, psikis, dan sosial
pada ibu oleh karena itu peran keluarga sangat besar dalam upaya memelihara
kehamilan. Pada primigravida merupakan suatu kondisi kehamilan yang pertama
kali dialami oleh ibu maka asuhan antenatal care merupakan standar terpenting
dalam mendeteksi dini komplikasi yang terjadi, baik pada ibu maupun pada janin.
Dulu orang menganggap bahwa pertolongan pada persalinan adalah yang terpenting
untuk menyelamatkan ibu dan anak. Tapi persalinan boleh diibaratkan dengan
pertandingan olahraga, prestasi pertandingan
tidak ditentukan oleh daya upaya untuk persalinan saja tetapi jauh
sebelumnya adalah sangat tergantung pada persiapan fisik maupun mental, sebelum
pertandingan harus dimulai sejak ibu semasa hamil.
1. Bagaimana konsep dasar kehamilan?
2. Bagaimana fisiologi pertumbuhan janin?
3. Apa saja tanda dan gejala kehamilan?
4. Apa saja perubahan fisiologi pada kehamilan?
5. Bagaimana pemeriksaan ibu hamil?
6. Bagaimana jadwal pemeriksaan kehamilan?
7. Bagaimana konsep asuhan keperawatan?
C.
Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui konsep dasar kehamilan
2. Untuk mengetahui fisiologi pertumbuhan janin
3. Untuk mengetahui tanda dan gejala kehamilan
4. Untuk mengetahui perubahan fisiologi pada kehamilan
5. Untuk mengetahui pemeriksaan ibu hamil
6. Untuk mengetahui jadwal pemeriksaan kehamilan
7. Untuk mengetahui konsep asuhan keperawatan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep
Dasar Kehamilan
Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung
dan terdiri dari ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan
pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasentadan
tumbuh kembang hasil sampai aterm. (Manuaba, 2010).
1.
Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi
oleh sistem hormonal yang kompleks. Selama masa subur yang berlangsung 20
sampai 35 tahun, hanya 420 buah ovum yang dapat mengikuti proses pematangan dan
terjadi ovulasi. Dengan pengaruh FSH, folikel primer mengalami perubahan
menjadi folikel de Graaf yang menuju ke permukaan ovarium disertai pembentukan
cairan folikel. Desakan folikel de Graaf ke permukaan ovarium menyebabkan
penipisan dan disertai devaskularisasi. Selama pertumbuhan menjadi folikel de
Graaf, ovarium mengeluarkan hormon estrogen yang dapat mempengaruhi gerak dari
tuba yang makin mendekati ovarium, gerka sel rambut lumen tuba makin tinggi,
peristaltik tuba makin aktif. Ketiga faktor ini menyebabkan aliran cairan dalam
tuba makin deras menuju uterus.
Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang
mendadak, terjadi pelepasan ovum yang disebut ovulasi. Dengan gerak aktif tuba
yang mempunyai umbai (fimbraie) maka ovum yang telah dilepaskan segera
ditangkap oleh fimbriae tuba. Proses penangkapan ini disebut ovum pick up mechanism. Ovum yang
tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju uterus dalam bentuk pematangan
pertama artinya telah siap untuk dibuahi. (Manuaba, 2010).
2.
Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus menjadi spermatosit pertama,
menjadi spermatosit kedua, menjadi spermatid akhirnya spermatozoa.
Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi matarantai hormonal
yang kompleks dari pancaindra, hipotalamus, hipofisis dan sel interstisial
leydig sehingga spermatogonium dapat mengalami proses mitosis. Pada setiap
hubungan seksual dikeluarkan sekitar 3 cc sperma yang mengandung 40 sampai 60
juta spermatozoa setiap cc. Bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas
kepala (lonjong sedikit gepeng yang mengandung inti), leher (penghubung antara
kepala dan ekor), ekor (panjang sekitar 10 kali kepala, mengandung energi
sehingga dapat bergerak). Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan
hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba falopi. Spermatozoa yang masuk ke
dalam alat genitalia wanita dapat hidup selama tiga hari sehingga cukup waktu
untuk mengadakan konsepsi (Manuaba,
2010).
3.
Konsepsi
Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut
konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. Proses konsepsi dapat
berlangsung seperti uraian dibawah ini.
a.
Ovum yang
dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh korona radiata yang mengandung
persediaan nutrisi.
b.
Pada ovum, dijumpai
inti dalam bentuk metafase ditengah sitoplasma yang disebut vitelus.
c.
Dalam perjalanan
korona radiata makin berkurang pada zona pelusida. Nutrisi dialirkan ke dalam
vitelus melalui saluran pada zona pelusida.
d.
Konsepsi terjadi
pada pars ampularis tuba, tempat yang paling luas yang dindingnya penuh nonjot
dan tertutup sel yang mempunyai silia. Ovum mempunyai waktu hidup terlama di
dalam ampula tuba.
e.
Ovum siap dibuah
setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam. Spermatozoa menyebar masuk melalui
kanalis servikalis dengan kekuatan sendiri. Pada kavum uteri, terjadi proses
kapasitasi yaitu pelepasan lipoprotein dari sperma sehingga mampu mengadakan
fertilisasi. Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba falopi
4.
Proses Nidasi atau Implantasi
Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma,
‘vitelus” membangktkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan
“metafase”. Proses pemecahan dan pematangan mengikuti bentuk anafase dan
telofase sehingga pronukleusnya menjadi “haploid”. Pronukleus spermatozoa dalam
keadaan haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu
dalam pasangan pembawa tanda dari pihak pria maupun wanita.
Pada manusia terdapat 46 kromosom dengan rincian 44 dalam
bentuk “autosom” sedangkan 2 kromosom sisanya sebagai pembawa tanda seks.
Wanita selalu resesif dengan kromosom X.
Laki-laki memiliki dua bentuk kromosom seks yaitu kromosom X dan Y. Bila
spermatozoa kromosom X bertemu sel ovum, terjadi jenis kelamin wanita sedangkan
bila kromosom seks Y bertemu sel ovum, terjadi jenis kelamin laki-laki. Oleh
karena itu, pihak wanita tidak dapat disalahkan dengan jenis kelamin bayinya
yang lahir karena yang menentukan jenis kelamin adalah pihak suami. Setelah
pertemuan kedua inti ovum dan spermatozoa, terbentuk zigot yang dalam beberapa
jam telah mampu membelah dirinya menjadi dua dan seterusnya.berbarengan dengan
pembelahan inti, hasil konseps terus berjalan menuju uterus. Pembelahan
berjalan terus dan didalam morula terbentuk ruangan yang mengandung cairan yang
disbut blastula. Perkembangan dan pertumbuhan berlangsung, blastula dengan vili
korealisnya yang dilapisi sel trofoblas telah siap untuk mengadakan nidasi.
5.
Pembentukan plasenta
Nidasi atau implantasi terjadi pada bagian fundus uteri
di dinding depan atau belakang. Pada blastula, penyebaran sel trofoblas yang
tumbuh tidak rata sehingga bagian blastula dengan inner cell mass akan tertanam ke dalam endometrium.terjadinya
nidasi (implantasi) mendorong sel blastula mengadakan diferensiasi. Sel yang
dekat dengan ruangan eksoselon membentuk “entoderm” dan yolk sac (kantong
kuning telur) sedangkan sel lain membentuk “ektoderm” dan ruangan amnion. Plat
embrio terbentuk diantara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk sac. Plat embrio terdiri dari unsur
ektoderm, endoterm dan mesoderm. Ruangan amnion dengan cepat mendekati korion
sehingga jaringan yang terdapat di antara amnion dan embrio padat dan
berkembang menjadi tali pusat.
Awalnya yolk sac
berfungsi sebagai pembentuk darah bersama dengan hati, limpa dan sumsum tulang.
Pada minggu kedua sampai ketiga terbentuk bakal jantung dengan pembuluh
darahnya yang menuju body stalk
(bakal tali pusat). Jantung bayi mulai dapat dideteksi pada minggu ke-6 sampai
8 dengan menggunakan ultrasonografi atau sistem Doppler.
B.
Fisiologi
pertumbuhan janin
Kehamilan berlangsung selama 40 minggu dengan perhitungan
bahwa satu bulan sama dengan 28 hari. Kehamilan dianggap lewat bulan bila lebih
dari 42 minggu. (Manuaba, 2010). Pada dua minggu pertama, hasil konsepsi masih
merupakan perkembangan dari ovum yang dibuahi, dari minggu ke-3 sampai ke-6
disebut mudigah (embrio) dan sesudah minggu ke-6 mulai disebut fetus.
Perubahan-perubahan dan organogenesis terjadi pada berbagai periode kehamilan.
Tabel 2.1
Proses Pertumbuhan Janin
Umur kehamilan
|
Panjang fetus
|
Pembentukan organ
|
4 minggu
|
7,5-10 mm
|
Rudimental mata, telinga dan tulang
|
8 minggu
|
2,5 cm
|
Hidung, kuping, jari jemari mulai dibentuk,
kepala menekur ke dada
|
12 minggu
|
9 cm
|
Daun kuping lebih jelas, kelopak mata
melekat, leher mulai berbentuk, alat kandungan luar terbentuk namun belum
berdiferensisasi
|
16 minggu
|
16-18 cm
|
Genitalia eksterna berbentuk dan dapat
dikenal, kulit tipis dan warna merah
|
20 minggu
|
25 cm
|
Kulit lebih tebal, rambut mulai tumbuh
dikepala dan rambut halus (lanugo) tumbuh di kulit
|
24 minggu
|
30-32 cm
|
Kedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata
serta kulit keriput, kepala besar. Bila lahir dapat bernapas tetapi hanya
bertahan hidup beberapa jam saja
|
28 minggu
|
35 cm
|
Kulit warna merah ditutupi verniks kaseosa.
Bila lahir dapat bernapas, menangis pelan dan lemah. Bayi imatur
|
32 minggu
|
40-43 cm
|
Kulit merah dan keriput, bila lahir
kelihatan seperti orang tua kecil (little
old man)
|
36 minggu
|
46 cm
|
Muka berseri tidak keriput. Bayi prematur
|
40 minggu
|
50-55 cm
|
Bayi cukup bulan. Kulit licin, verniks
kaseosa banyak, rambut kepala tumbuh baik, organ-organ baik. Pada pria,
testis sudah berada dalam skrotum sedangkan pada wanita labia mayora
berkembang baik. Tulang-tulang kepala menulang
|
Sumber: Mochtar, 1998
Faktor dan subfaktor
pertumbuhan dan perkembangan jnin
1.
Faktor ibu
a.
Keadaan kesehatan
ibu saat hamil.
b.
Penyakit yang
menyertai kehamilan.
c.
Penyulit kehamilan.
d.
Kelainan pada
uterus.
e.
Kehamilan tunggal
atau ganda atau triplet.
f.
Kebiasaan ibu,
merokok, alkohol, kecanduan.
2.
Faktor janin
a.
Jenis kelamin
janin.
b.
Penyimpangan
genetik: kelaianan kongenital, pertumbuhan abnormal.
c.
Infeksi
intrauterin.
3.
Faktor plasenta
Plasenta adalah akar janin untuk dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik dalam rahim. Karena itu, plasenta sangat penting artinya
untuk menjamin kesehatan janin dalam rahim yang ditetapkan dengan indeks
plasenta.
Indeks plasenta =
|
Berat plasenta
|
Berat badan bayi
|
Sumber:
Manuaba, 2010.
4.
Pernapasan janin
Janin dalam kandungan sudah mengadakan gerakan-gerakan
pernapasan, namun air ketuban tidak masuk ke dalam alveoli paru-parunya. Pusat
pernapasan ini dipengaruhi oleh kadar o2 co2 di dalam
tubuh janin. (Mochtar, 1998).
5.
Sirkulasi darah janin
Sistem sirkulasi darah janin yaitu:
a.
Foramen Ovale
b.
Duktus Arteriosus
Botali
c.
Arteriae
Umbilikales Lateralis
d.
Duktus Venosus
Aranti
Darah
yang kaya o2 dan nutrisi yang berasal dari uri masuk ke tubuh janin
melalui vena umbilikus. Melalui duktus venosus Aranti sebagian besar darah
tersebut mengalir ke vena kava inferior lalu masuk ke atrium kanan jantung.
Sebagian kecil darah tadi mengalir ke hati dan seterusnya ke vena kava inferior
seperti tadi. Dalam atrium kanan, sebagian besar darah ini kana mengalir secara
fisiologis ke dalam atrium kiri melalui foramen ovale. Dari atrium kiri, darah
mengalir ke ventrikel kiri yang selanjutnya dipompakan ke aorta. Hanya sebagian
kecil darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan bersama-sama dengan
darah yang datang dari vena kava superior.
Karena
tekanan dari paru-paru yang belum berkembang maka sebagian besar darah dari
ventrikel kanan ini, yang semestinya mengalir ke paru-paru melalui
aa.pulmonales akan mengalir melalui duktus Botali ke aorta. Sebagian kecil
darah menuju paru-paru kemudian melalui vv.pulmonales ke atrium kiri. Dari
aorta, darah akan mengalir ke seluruh tubuh membawa o2 dan nutrisi
pada sel-sel organ tubuh janin (Mochtar, 1998).
6.
Saluran pencernaan (traktus digestivus)
Saluran pencernaan telah siap terbentuk pada kehamilan 16
minggu. Janin telah dapat menelan air ketuban dalam jumlah banyak yang
diarbsorbsi oleh mukosa saluran pencernaan. Mekonium yang ada dalam saluran
pencernaan berwarna hijau tua karena penghancuran bilirubin. Pada gawat janin
timbul hipoksia berat, mekonium keluar karena usus mengadakan peristaltik dan
otot fringter ini lumpuh (mencret) sehingga air ketuban berwarna kehijauan.
Secara normal janin meminum air ketuban 450 cc setiap hari. Hati telah
berfungsi pada kehamilan 16 minggu yaitu untuk hemopoiesis dan metabolisme
hidrat arang. Glikogen, vitamin A dan vitamin D disimpan dalam hati (Mochtar,
1998).
7.
Saluran kemih (traktus urinarius)
Ginjal janin mulai terbentuk pada kehamilan 12 minggu
dimana dalam kandung kemih telah ada air kemih yang diekskresi ke dalam air
ketuban. Pada bayi baru lahir, kapasitas kandung kemih kira-kira 45 cc dan
produksi air kemih rata-rata 0,05-0,10 cc per menit (Mochtar, 1998).
8.
Usia kehamilan
Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 pekan (minggu) atau
10 bulan. Ibu termuda yang hamil dan melahirkan adalah Lina Medina berumur 4
tahun 8 bulan, ibu tertua yang hamil dan melahirkan berumur 52 tahun. Kehamilan
dibagi atas 3 triwulan (trimestes): kehamilan triwulan I antara 0-12 minggu,
kehamilan triwulan II antara 12-28 minggu dan kehamilan triwulan III antara
28-40 minggu (Mochtar, 1998).
Usia kehamilan dapat ditentukan dengan:
a.
Menggunakan rumus Naegele.
Rumus Naegele menggunakan usia kehamilan yang berlangsung selama 288 hari.
Perkiraan kelahiran dihitung dengan menentukan hari pertama haid terakhir yang
kemudian ditambah 288 hari. Rumus Naegele dapat dihitung dengan menambahkan
hari pertama haid terakhir dengan tujuh dan bulannya ditambah sembilan. Contoh:
HPHT tanggal 15 January 1993, maka perhitungan perkiraan kelahiran adalah 15 +
7 = 22; 1 + 9 = 10 sehingga dugaan persalinan adalah 22 Oktober 1993.
b.
Gerakan pertama
janin. Dengan memperkirakan terjadinya gerakan pertama janin pada usia
kehamilan 16 minggu, maka perkiraan usia kehamilan dapat ditetapkan. Perkiraan
ini tidak akurat.
c.
Perkiraan tinggi
fundus uteri. Mempergunakan tinggi fundus uteri untuk memperkirakan usia
kehamilan terutama tepat pada hamil pertama. Pada kehamilan kedua dan
seterusnya perkiraan ini kurang tepat.
Usia kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri.
Tinggi Fundus Uteri
|
Usia kehamilan
|
1/3 di atas simfisis
|
12 minggu
|
½ di atas simfisi pusat
|
16 minggu
|
2/3 di atas simfisis
|
20 minggu
|
Setinggi pusat
|
22 minggu
|
1/3 di atas pusat
|
28 minggu
|
½ pusat-prosesus xifoideus
|
34 minggu
|
Setinggi prosesus xifoideus
|
36 minggu
|
Dua jari (4 cm) dibawah prosesus xifoideus
|
40 minggu
|
d.
Penentuan usia
kehamilan dengan ultrasonografi. Dengan menentukan usia kehamilan melalui
ultrasonografi dapat diketahui: diameter kantung gestasi, jarak kepala-bokong,
jarak tulang biparietal, lingkaran perut dan panjang tulang femur (sumber:
Manuaba, 2010).
C.
Tanda
dan gejala kehamilan
1.
Tanda-tanda presumptif
a. Amenorea (tidak dapat haid)
b. Mual dan muntah (nausea
and vomiting)
c. Mengidam (ingin makan sesuatu)
d. Tidak tahan suatu bau-bauan
e. Pingsan
f. Tidak ada selera makan (anoreksia)
g. Lelah (fetique)
h. Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri, disebabkan
pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara.
i.
Miksi sering karena
kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar.
j.
Konstipasi karena
tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid.
k. Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormon kortikosteroid
plasenta, dijumpai di muka (chloasma
gravidarum), areola payudara, leher dan dinding perut (linea nigra =
grisea).
l.
Epulis: hipertrofi
dari papil gusi.
m. Pemekaran vena-vena (varices)
dapat terjadi pada kaki, betis dan vulva biasanya dijumpai pada triwulan akhir.
2.
Tanda-tanda kemungkinan hamil
a. Perut membesar
b. Uterus membesar: terjadi perubahan dalam bentuk, besar
dan konsistensi dari rahim.
c. Tanda Hegar
d. Tanda Chadwick
e. Tanda Piscaseck
f. Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang =
Braxton-Hiks
g. Teraba Ballotement
h. Reaksi kehamilan positif
3.
Tanda pasti (tanda positif)
a. Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba,
juga bagian-bagian janin.
b. Denyut jantung janin
1) Didengar dengan stetoskop-monoral Laennec
2) Dicatat dan didengar dengan alat Doppler
3) Dicatat dengan feto-elektro kardiogram
4) Dilihat pada ultrasonografi
c. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen
Sumber: Mochtar, 1998.
D.
Perubahan
Fisiologi Pada Kehamilan
1.
Perubahan pada sistem reproduksi
a. Uterus
1)
Ukuran: untuk
akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi
otot polos rahim, serabut-serabut kolagennya menjadi higrokopik. Endometrium
menjadi desidua, ukuran pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan
kapasitas lebih dari 4000 cc.
2)
Berat: berat uterus
naik secara luar biasa dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40
pekan).
3)
Bentuk dan
konsistensi: pada bulan-bulan pertama kehamilan, bentuk rahim seperti alpukat,
pada kehamilan 4 bulan berbentuk bulat dan akhir kehamilan seperti bujur telur.
Rahim yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam, pada kehamilan 2 bulan
sebesar telur bebek dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa. Pada minggu
pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang sehingga
bila diraba terasa lebih lunak (soft)
disebut Tanda Hegar.
4)
Posisi rahim dalam
kehamilan
Pada permulaan
kehamilan dalam letak antefleksi atau retrofleksi, pada 4 bula kehamilan rahim
tetap berada dalam rongga pelvis, setelah itu mulai memasuki rongga perut yang
dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati dan rahim yang hamil biasanya mobil, lebih mengisi rongga
abdomen kanan atau kiri.
5)
Vaskularisasi
Aa. Uterina
dan aa.ovarika bertambah dalam diameter, panjang dan anak-anak cabangnya.
Pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah.
6)
Serviks uteri
Serviks
bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda goodel.
Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus. Karena
pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livid dan ini
disebut tanda Chadwick.
b. Indung telur (ovarium)
Ovulasi
terhenti. Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang
mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron.
c. Vagina dan vulva
Karena
pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat hipervaskularisasi,
vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina
dan portio serviks disebut tanda Chadwick.
d. Dinding perut (abdominal wall)
Pembesaran
rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastis dibawah
kulit sehingga timbul striae gravidarum. Bila terjadi peregangan yang hebat,
misalnya pada hidroamnion dan kehamilan ganda, dapat terjadi diatasis rekti
bahkan hernia. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut
linea nigra.
e. Payudara
Selama
kehamilan, payudara bertambah besar, tegang dan berat. Dapat teraba
noduli-noduli akibat hipertrofi kelenjar alveoli, bayangan vena-vena lebih
membiru. Hiperpigmentasi pada puting susu dan areola payudara, kalau diperas
keluar air susu jolong (kolostrum) berwarna kuning.
2.
Perubahan pada organ dan sistem lainnya
a. Sistem sirkulasi darah
1) Volume darah
Volume darah
total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volume
darah akan bertambah banyak kira-kira 25% dengan puncaknya pada kehamilan 32
minggu diikuti curah jantung yang meningkat sebanyak ±30%. Akibat hemodilusi
yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu menderita penyakit
jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasi kordis.
2) Protein darah
Gambaran
protein dalam serum berubah, jumlah protein albumin dan gamaglobin menurun
dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan.
Beta-globin dan fibrinogen terus meningkat.
3) Hitung jenis dan hemoglobin
Hematokrit
cenderung menurun karena kenaikan relatif volume plasma darah. Jumlah eritrosit
cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan transpor o2 yang sangat
diperlukan selama kehamilan.
4) Nadi dan tekanan darah
Tekanan darah
arteri cenderung menurun terutama selama trimester kedua dan kemudian akan naik
lagi seperti pada pra hamil.tekanan vena dalam batas-batas normal pada
ekstremitas atas dan bawah, cenderung naik setelah akhir trimester pertama.
Nadi biasanya naik, nilai rata-ratanya 84 permenit.
5) Jantung
Pompa jantung
mulai naik kira-kira 30% setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada
minggu-minggu terakhir kehamilan.
b. Sistem pernapasan
Wanita hamil
kadang-kadang mengeluh sesak napas. Hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan
ke arah diafragma akibat pembesaran rahim. Kapasitas vital paru meningkat
sedikit selama hamil. Seorang wanita hamil selalu bernapas lebih dalam.
c. Saluran pencernaan
Salivasi
meningkat dan pada trimester pertama mengeluh mual dan muntah. Tonus otot-otot
saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama
berada dalam saluran makanan. Resorbsi makanan baik namun akan menimbulkan
obstipasi. Gejala muntah (emesis gravidarum) sering terjadi, biasanya pada pagi
hari, disebut sakit pagi (morning sickness).
d. Tulang dan gigi
Persendian
panggul akan terasa lebih longgar karena ligamen-ligamen melunak (softening).
Juga terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian. Bila konsumsi kalsium
cukup, gigi tidak akan kekurangan kalsium. Apa yang disebut dengan gingivitis
kehamilan adalah gangguan yang disebabkan oleh faktor lain, misalnya hygiene
yang buruk disekitar mulut.
e. Kulit
Pada daerah
kulit tertentu terjadi hiperpigmentasi:
1) Muka: disebut masker kehamilan (chloasma gravida).
2) Payudara: puting susu dan areola payudara.
3) Perut: linea nigra striae.
4) vulva
f. Kelenjar endokrin
1) Kelenjar tiroid dapat membesar sedikit.
2) Kelenjar hipofise dapat membesar terutama lobus anterior.
3) Kelenjar adrenal tidak begitu terpengaruh
E.
Pemeriksaan
Ibu Hamil
1.
Anamnesa
a.
Anamnesa tentang
identitas: nama diri sendiri, suami, alamat, pekerjaan dan sebagainya.
b.
Anamnesa obstetri:
kehamilan ke berapa; apakah persalinan lahir spontan aterm, hidup atau dengan
tindakan, usia anak terkecil; untuk primigravida lama kawin dan usia; tanggal
haid terakhir.
c.
Anamnesis tentang
keluhan utama.
2.
Pemerikaan fisik
a.
Pemeriksaan fisik
umum
1) Keadaan umum: kompos mentis, tampak sakit.
2) Pemeriksaan tekanan darah, nadi, pernapasan dan suhu,
berat badan.
b. Pemeriksaan khusus obstetri
1) Inspeksi (tinggi fundus uteri, keadaan dinding abdomen,
gerak janin yang tampak).
2) Palpasi (menurut Kneble, Leopold, Buddin, Ahfeld).
Teknik
pemeriksaan leopold:
a) Leopold I
- Kedua telapak tangan pada fundus uteri untuk menentukan
tinggi fundus uteri, sehingga perkiraan usia kehamilan dapat disesuaikan dengan
tanggal haid terakhir.
- Bagian apa yang terletak di fundus uteri. Pada letak
membujur sungsang, kepala bulat terasa keras dan melenting pada goyangan, pada
letak kepala akan teraba bokong pada fundus: tidak keras tak melenting dan
tidak bulat, pada letak lintang, fundus uteri tidak diisi oleh bagian-bagian janin.
b) Leopold II
- Kemudian kedua tangan diturunkan menelusuri tepi uterus
untuk menentukan bagian apa yang terletak dibagian samping.
- Letak membujur dapt ditetapkan punggung anak, yang teraba
rata dengan tulang iga seperti papan cuci.
- Pada letak lintang dapat ditetapkan dimana kepala janin.
c) Lepold III
- Menentukan bagian apa yang terdapat diatas simpisis
pubis.
- Kepala akan teraba bulat dan keras sedangkan bokong
teraba tidak keras dan tidak bulat. Pada letak lintang simpisis pubis akan
kosong.
d) Lepold IV
- Pada pemeriksaan leopold IV, pemeriksa menghadap kearah
kaki ibu untuk menetapkan bagian terendah janin yang masuk ke pintu atas
panggul.
- Bila bagian terendah masuk PAP telah melampaui lingkaran
terbesarnya, maka tangan yang melakukan pemeriksaan divergen, sedangkan bila
lingkaran terbesarnya belum masuk PAP maka tangan pemeriksa konvergen.
3)
Perkusi
(meteorisme, tanda cairan bebas).
4)
Auskultasi (bising
usus, denyut jantung janin, gerak janin intrauterin, hal lain yang terdengar).
3.
Pemeriksaan dalam
(pembukaan, perlunakan serviks, ketuban, penurunan bagian terendah, penempatan
kombinasi, tumor yang menyerupai bagian terendah, pelvimetri panggul).
Indikasi pemeriksaan dalam:
- Indikasi sosial untuk menentukan keadaan kehamilan atau
persalinan, sebelum ditinggalkan oleh penolong.
- Jika ada pemeriksaan luar, kedudukan janin tidak dapat
ditentukan.
- Jika ada sangkaan kesempitan panggul dan CPD.
- Jika karena sesuatu, persalinan tidak maju-maju.
- Jika akan diambil tindakan obstetriboperatif.
- Menentukan nilai skor pelvis.
4. Pemeriksaan tambahan (pemeriksaan laboratorium,
ultrasonografi, tes pemeriksaan air ketuban, tes pemeriksaan bakteriologis).
Sumber: Manuaba,
2010.
F.
Jadwal
Pemeriksaan Kehamilan
1. Trimester I dan II
- Setiap bulan sekali.
- Diambil data tentang laboratorium.
- Pemeriksaan ultrasonografi.
- Nasehat tentang diet 4 sehat 5 sempurna, tambahkan
protein 0,5 gram/kg BB (1 telur/ hari).
- Observasi adanya penyakit yang mempengaruhi kehamilan,
komplikasi kehamilan dan imunisasi tetanus 1.
2. Trimester III
- Setiap 2 minggu sekali sampai ada tanda kehamilan.
- Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil
pengobatan.
- Diet 4 sehat 5 sempurna.
- Pemeriksaan ultrasonografi.
- Imunisasi tetanus 2.
- Observasi adanya penyakit yang menyertai kehamilan,
komplikasi hamil trimester ke-3.
- Rencana pengobatan.
- Nasihat tentang tanda inpartu, kemana harus datang untuk
melahirkan.
Sumber: Manuaba, 2010.
G.
Konsep
Asuhan Keperawatan
1.
Pengkajian
a. Identitas Pasien
Identitas berupa nama,
umur, pendidikan, pekerjaan, agama, suku/bangsa, alamat dan status.
b. Keluhan Utama: Klien mengatakan mual-mual dan
muntah
c. Riwayat Menstruasi : meliputi menarche usia,
siklus, lamanya, banyaknya, HPHT, perkiraan persalinan, Flour Albus.
d. Riwayat obstetri yang lalu: meliputi kehamilan
keberapa, umur kehamilan, penyulit kehamilan, jenis persalinan, penolong, jenis
kelamin anak dan masa nifas.
e. Riwayat
kontrasepsi
Meliputi jenis
kontrasepsi yang digunakan, lamanya pemakaian dan keluhan yang dirasakan selama
memakai alat kontrasepsi.
f. Riwayat
Penyakit Keluarga
Faktor-faktor situasi,
seperti pekerjaan wanita dan pasangannya, pendidikan, status perkawinan, latar
belakang budaya dan etnik, serta status sosioekonomi, ditetapkan dalam riwayat
social.
Riwayat keluarga
memberikan informasi tentang dekat pasien, termasuk orang tua, saudara kandung
dan anak-anak. Hal ini membantu mengidentifikasi gangguan genetik atau familial
dan kondisi-kondisii yang dapat mempengaruhi status kesehatan wanita atau
janin.
g. Riwayat pemeriksaan ANC
Data yang diikumpulkan tanggal pemeriksaan, TFU, letak
anak, DJJ, oedema, reflex tungkai, TD, BB, keluhan UK (minggu) dan terapi yang
didapat.
h. Kebutuhan Dasar Manusia
1)
Nutrisi
Ø Frekuensi
makan : 3 x sehari
Ø Jenis makanan : nasi, lauk-pauk, sayur, dan
buah-buahan.
Ø Minum : 6-7 kali sehari
Ø Nafsu
makan :
tidak nafsu, alasan : karena mual dan muntah
2)
Eliminasi
BAK
Ø Frekwensi : 6-7 kali sehari
Ø Warna : kekuningan
Ø Bau : tercium bau aseton
Ø Keluhan : urin sedikit
BAB
Ø Frekwensi : 3 kali seminggu
Ø Warna : coklat
Ø Bau : khas
Ø Konsistensi : padat
Ø Keluhan : sulit saat BAB
3)
Istirahat
Dan Tidur
Ø Tidur siang : 1-2 jam
Ø Tidur malam : 7-8 jam
4)
Personal
Hygiene
Ø Mandi 2 kali sehari.
Ø Keramas 3 kali seminggu.
Ø Sikat gigi 2 kali sehari tiap
selesai mandi.
Ø Mengganti pakaian 2 kali sehari tiap
selesai mandi.
Ø Mengganti pakaian dalam tiap kali
lembab.
i.
Pemeriksaan Fisik
1)
Keadaan Umum
Ø Kepala
Ø Mata
Ø Leher
Ø Kardiovaskuler
Ø Pencernaan/abdomen
Ø Ekstremitas
Ø Sistem persyarafan
Ø Genito urinaria
Ø Pemeriksaan janin
Ø Tinggi
badan
Ø Berat badan sebelum
hamil
Ø Berat badan
sekarang
Ø Lila
Ø Tanda-tanda vital
2)
Pemeriksaan
penunjang
Ø Hasil pemeriksaan laboratorium
selama hamil khususnya hematokrik (menggambarkan anemia).
Ø Waktu masuk ruang bersalin ulangi
lagi pemeriksaan Ht, Urinalis untuk protein, glukosa dan keton. Contoh darah
perlu diambil untuk crossmatching untuk persiapan bila ada transfusi.
3)
Pengkajian
khusus fetal
Ø DJJ, air ketuban dan penyusupan
kepala janin.
Ø DJJ : hasil periksa setiap 30 menit
atau lebih sering jika ada tanda-tanda gawat janin.
Ø Warna dan adanya air ketuban :
penilaian air ketuban setiap kali melakukan pemeriksaan dalam, dan nilai warna
air ketuban jika selaput ketuban pecah.
Ø Molase atau Penyusupan tulang kepala
janin. Penyusupan adalah indicator penting tentang seberapa jauh kepala bayi
dapat menyesuaikan diri terhadap bagian keras (tulang) panggul ibu.
2.
Diagnosa
a. Ansietas b/d lingkungan yang
tidak familier, nyeri, atau kurang pengetahuan tentang proses persalinan.
b. Nyeri akut b/d agen cedera
c. Konstipasi
berhubungan dengan kehamilan
d. Keletihan berhubungan dengan
kehamilan
3.
Perencanaan
a.
Ansietas
berhubungan dengan perubahan dalam : status kesehatan
Goal: klien akan menurunkan tingkat kecemasan selama
dalam perawatan.
Objective: klien dapat beradaptasi dengan status
kesehatannya.
Outcomes: Dalam waktu 1 x 24 jam perawatan klien
akan :
1) Tidak
gelisah
2) Tidak
mengekspresikan kekhawatiran karena perubahan dalam peristiwa hidup.
3) Ada
kontak mata
4) Tidak
ketakuatan
5) Wajah
tidak tegang, tangan tidak tremor
6) Tidak
ada peningkatan ketegangan
7) Tidak
ada peningkatan keringat
8) Tekanan
darah nadi dan frekuensi pernapasan dalam batas normal(TD: systole 100-130 mmHg,
diastole 60-90 mmHg, Nadi : 60- 100 X/menit, RR: 12-24 X/ menit)
9) Berkonsentrasi
10) Tidak
ada blocking pikiran.
Intervensi dan rasional
1) Ajarkan
kepada pasien teknik relaksasi untuk dilakukan sekurang-kurangnya setiap 4 jam
ketika terjaga.
R/: Untuk memperbaiki
keseimbangan fisik dan psikologi
2) Kurangi
stressor (termasuk membatasi akses individu pada pasien jika sesuai) dan
usahakan menuntut pasien
R/: Seminimal mungkin
jika memungkinkan untuk menciptakan iklim tenang dan teraupetik.
3) Berikan
kesempatan kepada pasien untuk mendiskusikan perasaanya dengan orang lain yang
memiliki masalah kesehatan yang sama
R/: Untuk menghilangkan
keraguan dan meningkatkan dukungan
4) Secara
seksama perhatiakan kebutuhan fisik pasien. Berikan makanan bergizi dan
tingkatkan kualitas tidur disertai langkah-langkah yang memberikan rasa nyaman.
R/: Untuk menciptakan
kesejahteraan dan meyakinkan pasien bahwa kebutuhannya akan terpenuhi.
5) Pantau
respon verbal dan non verbal yang menunjukan kecemasan klien
R/: Klien mungkin tidak
menunjukan keluhansecara langsung tetapi kecemasan dapat dinilai dari perilaku
verbal dan non verbal yang dapat menunjukan adanya kegelisahan, kemarahan,
penolakan dan sebagainya.
6) Kolaborasi
pemberian obat sesuai yang diresepkan.
R/: Untuk membantu
pasien rileks selama periode ansietas berat
b.
Nyeri
akut berhubungan dengan agen cedera (biologis) : kontraksi uterus
Goal: Klien
akan terbebas dari nyeri akut.
Objective:
Klien akan terhindar dari agen cedera biologis selama dalam perawatan
Outcomes:
Dalam 1x24 jam perawatan, klien :
1)
Melaporkan nyeri berkurang secara verbal
2)
Tidak tampak
meringis dan diaforesis
3) Tekanan
darah, nadi dan pernapasan dalam batas normal (TD: systole 100-130 mmHg,
diastole 60-90 mmHg, Nadi : 60- 100 X/menit, RR: 12-24 X/ menit).
Intervensi :
1)
Kaji jenis dan
tingkat nyeri pasien.
R/ Untuk mengetahui jenis dan tingkatan nyeri klien akut atau kronis.
Untuk menghindari interpretasi subjektif.
2)
Bantu pasien untuk
mendapatkan posisi yang nyaman dan gunakan bantal untuk membebat atau menyokong
daerah yang sakit bila diperlukan.
R/ Untuk menurunkan ketegangan atay spasme otot dan untuk mendistribusikan
kembali tekanan pada bagian tubuh.
3)
Rencanakan
aktivitas distraksi.
R/ Membantu klien memfokuskan pada masalah yang tidak berhubungan dengan
nyeri.
4)
Pada saat tingkat
nyeri klien tidak terlalu kentara, implementasikan teknik mengendalikan nyeri
alternatif.
R/ Teknik nonfarmakologis pengurangan nyeri akan efektif bila nyeri pasien
berada pada tingkat yang dapat ditoleransi.
5)
Berikan obat yang
dianjurkan untuk mengurangi nyeri, bergantung pada gambaran nyeri pasien.
R/ Untuk menentukan keefektifan obat.
c.
Keletihan berhubungan dengan
kehamilan
Goal : klien
mengalami keletihan selama perawatan
Objective : klien
dapat beradaptasi dengan kehamilannya
Outcomes : dalam 1x24
jam perawatan, klien :
1) Tidak
terjadi peningkatan keluhan fisik
2) Tidak
terjadi kekurangan energi, letargi, letih. Lesu dan lelah
3) Mampu
memulihkan energy setelah tidur
4) Mampu
melakukan aktifitas fisik pada tingkat yang biasa
Intervensi dan Rasional
1) Anjurkan
pasien untuk makan makanan yang kaya zat besi dan mineral, jika tidak
dikontraindikasikan
R/:
tindakan tersebut dapat membantu menghindari anemia dan demineralisasi
2) Anjurkan
pasien untuk tunda makan bila pasien mengalami keletihan
R/:
agar kondisi pasien tidak memburuk
3) Anjurkan
pasien untuk menyelingi aktivitas dengan periode istirahat
R/:
penjadwalan periode istirahat yang teratur dapat membantu menurunkan keletihan
dan meningkatkan stamina
4) Tetapkan
pola tidur yang teratur
R/:
tidur di malam hari 8 sam pai 10 jam dapat membantu mengurangi keletihan
5) Hindari
situasi yang penuh emosional
R/:
situasi yang emosional dapat memperburuk keletihan pasien.
d.
Konstipasi
berhubungan dengan kehamilan
Goal : Klien tidak mengalami kopnstipasi
Objective :
outcome
1) Klien
dapat defekasi secara spontan dan lancar tanpa menggunakan obat
2) Konsistensifses
lunak
3) Tidak
teraba masa pada kolon ( scibala )
4) Bising
usus normal ( 15-30 kali permenit )
Rencana
tindakan
1) Berikan
penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab konstipasi
R/ Klien dan keluarga akan mengerti
tentang penyebab obstipasi
2) Auskultasi
bising usus
R/ Bising usu menandakan sifat aktivitas
peristaltik
3) Anjurkan
pada klien untuk makan maknanan yang mengandung serat
R/ Diet seimbang tinggi kandungan serat
merangsang peristaltik dan eliminasi reguler
4) Berikan
intake cairan yang cukup (2 liter perhari) jika tidak ada kontraindikasi
R/ Masukan cairan adekuat membantu
mempertahankan konsistensi feses yang sesuai pada usus dan membantu eliminasi
reguler
5) Lakukan
mobilisasi sesuai dengan keadaan klien
R/ Aktivitas fisik reguler membantu
eliminasi dengan memperbaiki tonus oto abdomen dan merangsang nafsu makan dan
peristaltik
6) Kolaborasi
dengan tim dokter dalam pemberian pelunak feses (laxatif, suppositoria, enema)
R/ Pelunak feses meningkatkan efisiensi
pembasahan air usus, yang melunakkan massa feses dan membantu eliminasi
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung
dan terdiri dari ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan
pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasentadan
tumbuh kembang hasil sampai aterm. (Manuaba, 2010).
Perkembangan janin pada dua minggu pertama, hasil
konsepsi masih merupakan perkembangan dari ovum yang dibuahi, dari minggu ke-3
sampai ke-6 disebut mudigah (embrio) dan sesudah minggu ke-6 mulai disebut
fetus. Perubahan-perubahan dan organogenesis terjadi pada berbagai periode
kehamilan.
Tanda
dan gejala kehamilan diantaranya adalah
Tanda-tanda presumptif, Tanda-tanda kemungkinan hamil dan Tanda pasti (tanda
positif).
Perubahan
Fisiologi Pada Kehamilan terjadi pada
sistem reproduksi diantaranya Uterus, Indung telur (ovarium), Vagina vulva, Dinding
perut (abdominal wall) dan Payudara. Serta Perubahan pada organ dan sistem
lainnya diantaranya Sistem sirkulasi darah, Sistem pernapasan, Saluran
pencernaan, Tulang dan gigi, Kulit dan Kelenjar endokrin.
Pemeriksaan
Ibu Hamil meliputi tahap Anamnesa, Pemerikaan
fisik, Pemeriksaan dalam (pembukaan, perlunakan serviks, ketuban, penurunan
bagian terendah, penempatan kombinasi, tumor yang menyerupai bagian terendah,
pelvimetri panggul) dan Pemeriksaan tambahan (pemeriksaan laboratorium,
ultrasonografi, tes pemeriksaan air ketuban, tes pemeriksaan bakteriologis).
Jadwal
Pemeriksaan Kehamilan yaitu pada Trimester
I dan II Setiap bulan sekali serta pada Trimester III Setiap 2 minggu sekali
sampai ada tanda kehamilan.
Konsep
Asuhan Keperawatan meliputi tahapan
proses Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi.
DAFTAR PUSTAKA
Bagian Obstetri &
Ginekologi,FK.Unpad. (1993). Obstetri. Elstar. Bandung.
Mochtar, R. (1998). Sinopsis Obstetri. Edisi 2. Jakarta: EGC.
Prawirohardjo. (2006). Buku Acuan Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. Jakarta.
Taylor, C.M.
(2010).
Diagnosis Keperawatan Dengan Rencana Asuhan, Edisi
10, Jakarta: EGC.
Comments
Post a Comment